160 petugas kesehatan layani masyarakat selama Lebaran di Solok

id Lida Attica Alfi

Plt Kepala Dinas Kabupaten Solok, Lida Attica Alfi. (Antara Sumbar/Tri Asmaini)

Arosuka, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat menyiagakan 160 petugas kesehatan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan RSUD Solok per hari selama Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Solok, Lida Attica Alfi di Arosuka, Selasa, mengatakan petugas kesehatan yang disiagakan selama arus mudik dan balik lebaran terdiri dari dokter, perawat, bidan beserta sopir ambulance dan mereka akan melayani 24 jam penuh.

"Petugas kesehatan dibagi menjadi tiga shift yaitu pagi, sore dan malam serta dalam satu shift rata-rata petugas piket minimal dua orang atau lebih ," ujarnya.

160 orang petugas kesehatan akan menjaga 18 puskesmas dan Satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Sembilan dari 18 puskesmas adalah puskesmas dengan layanan rawat inap.

Setiap puskesmas dalam tiga shift ditugaskan sekitar enam orang atau lebih dengan pembagian tugas di IGD dan di ruang rawatan.

"Petugas kesehatan juga siap apabila dibutuhkan oleh poskotis seperti untuk pemeriksaan narkoba maupun bantuan lainnya," ujarnya.

Petugas kesehatan disiagakan di puskesmas dan ikut bergabung di pos ketupat minimal dua orang setiap harinya dan mereka siap melayani 24 jam.

Sedangkan untuk ambulance, kata dia, sebagian besar puskesmas sudah memiliki dua, beberapa puskesmas baru memiliki satu ambulance dan semuanya siap dioperasikan selama lebaran.

Dia menyebutkan, setiap pemudik juga bisa memanfaatkan posko kesehatan untuk memeriksakan kesehatan secara gratis.

"Pemudik yang lelah atau sekadar memeriksa tekanan darah bisa memeriksakannya di posko kesehatan," ujarnya.

Dia mengimbau, pengendara mobil untuk berhenti untuk istirahat setiap empat jam sekali dan pengendara sepeda motor istirahat setiap dua jam untuk menghindari lelah.

"Kalau berkendara saat lelah bisa mengantuk dan itu membahayakan diri sendiri dan orang lain," ujarnya.

Ia juga mengimbau pengendara untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan selama perjalanan mudik sehingga terhindar dari kecelakaan dan hal-hal yang tidak diinginkan. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar