Yuswir Arifin lantik "kabinet" hasil mutasi gelombang III, 91 pejabat

id pelantikan

Bupati Sijunjung Yuswir Arifin melanti puluhan pejabat setelah mutasi jilid III dilakukannya sebagai upaya untuk penyegaran dilingkungan pemerintah daerah. (ist)

Muaro (ANTARA) - Bupati Yuswir Arifin melantik sebanyak 91 orang para pejabat dilingkungan Pemkab Sijunjung pada mutasi gelombang III mulai dari eselon II sebanyak 3 orang, eselon IIIberjumlah 30 orang dan eselon IV sebanyak 58 orang.

Pelantikkan "kabinet" baru hasil mutasi jilid III disaksikan Sekdakab Sijunjung, Zefnihan, dan unsur Forkopimda Sijunjung itu diawali laporan Kepala BKPSDM Sijunjung, Syukri, berlangsung di Gedung Pancasila Muaro, Rabu.

Meski sempat molor hampir satu jam, namun pelantikan pejabat tersebut berlangsung sukses dan aman. Menariknya lagi banyak pejabat eselon III dan IV yang di roling dan mutasi itu diisi wajah-wajah baru.

Awalnya, acara pengambilan sumpah janji jabatan dan pelantikan pejabat tinggi pimpinan pratama dan pejabat eselon III dan IV dilingkungan Pemkab Sijunjung di mutasi jilid III ala "kabinet" Yuswir Arifin itu dilaksanakan pada pukul 09.45 WIB, namun baru sekitar pukul 10.35 WIB terlaksana setelah Bupati Yuswir Arifin tiba di Gedung Pancasila Muaro Sijunjung itu.

Bupati Yuswir Arifin menyebutkan, bahwa pelantikan dan pengambil sumpah janji jabatan itu sesuai dengan hasil penilaian asesmen Timsel untuk pejabat eselon II dan Baperjakat untuk eselon III dan IV.

“Yang jelas, untuk mengisi jabatan eselon II, kita harus komit atas hasil nilai asesmen seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) dan Timsel,”kata Bupati Yuswir Arifin.
Bupati Sijunjung Yuswir Arifin melanti puluhan pejabat setelah mutasi jilid III dilakukannya sebagai upaya untuk penyegaran. (ist)
Dari tiga nama yang direkomendasi Timsel dan hasil nilai asesmen seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) maka kita pilih nilai yang tertinggi. "Tapi, jika nilai tertinggi ada catatan khusus tentu kita juga mempertimbangkan. Namun kalau tidak ada catatan maka tentu akan kita pilih,” terang bupati peraih Leadershif Award itu.

Penentuannya tidak ada istilah dekat atau tidaknya dengan bupati, tapi bagi mereka yang layak dan pantas maka dialah menduduki jabatan eselon II. "Tapi, bagi yang belum, bisa jadi ada yang tetap dijabatan sekarang atau rotasi ke tempat lain,"jelas Yuswir.

Setidaknya kata Yuswir, ada tiga calon masuk nominator untuk jabatan di eselon II itu. Alhasil, dari keputusan bupati maka jabatan eselon II untuk jabatan Kepala Inspektorat Daerah dipercaya Welfiadril dan Khamsyiardi dipercaya sebagai Kepala DMPN dan Afrinaldi dinobatkan sebagai Kepala Dinas Parpora.

Pelantikan mereka tersebut sesudah sesuai aturan kepegawaian dan atuan BKAN.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar