
Pemkab Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai

Painan, Sumbar, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat optimistis target pertumbuhan ekonomi di kabupaten itu sebesar 5,7 persen pada 2012 dapat tercapai. "Semua itu tidak terlepas dari kerja keras semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di kabupaten ini," kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pesisir Selatan Erizon di Painan, Rabu. Kabupaten itu berani menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar itu mengingat rata-rata pertumbuhan ekonomi selama ini tetap melebihi target yang ditetapkan per tahun. Jika dibanding dengan target yang dicapai dalam rentang waktu 2005 hingga 2010, pertumbuhan ekonomi di kabupaten itu cenderung selalu naik. Pada 2005 pertumbuhan ekonomi Pesisir Selatan sekitar 5,10 persen, tahun 2006 sekitar 5,22 persen, tahun 2007 mencapai 5,31 persen, selanjutnya tahun 2008 dan 2009 naik lagi menjadi 5,47 persen dan pada tahun 2010 mencapai 5,6 persen. "Kita dapat melihat pertumbuhan ekonomi kabupaten ini cenderung terjadi kenaikan dari tahun ke tahun, maka itu pada tahun ini kita berani menargetkan pada angka di atas 6 persen," ujar dia. Menurut dia, berbagai gejolak ekonomi dan mata uang yang terjadi di beberapa negara Eropa saat ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara terpengaruh, termasuk laju pertumbuhan ekonomi nasional. Meski demikian, di tengah dinamika pergerakan dan pertumbuhan ekonomi internasional, regional dan nasional kabupaten itu yakin mampu mencapai target angka 5,7 persen. Menurut dia, banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi salah satunya juga termasuk faktor sumber daya manusia (SDM) disamping sumber daya alam (SDA). Saat ini SDM di daerah itu semakin membaik. "Semakin banyak aparatur kita yang berkualifikasi dengan berpendidikan sarjana dan pascasarjana maka akan lebih baik bagi kemajuan kabupaten ini ke depan," ungkap dia. Tingkat SDA kabupaten itu masih terbatas karena sebagian besar wilayahnya masuk dalam kategori hutan yang tidak bisa diganggu yakni hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), sehingga ruang gerak pemkab untuk mengelolanya sangat terbatas. Sementara pada potensi pariwisata yang dimiliki sangat besar namun belum bisa bergerak cepat karena keterbatasan anggaran untuk pengembangan. (*/jun/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
