Wabup Mentawai minta petugas kesehatan sungguh-sungguh layani masyarakat

id Kesehatan di mentawai

Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake (kiri) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar (kanan) memberikan arahan kepada peserta rakor Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang digelar Dinkes di Aula Sekretariat Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada Rabu, (13/3). (Ist)

Tuapeijat (ANTARA) - Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake meminta petugas kesehatan yang bekerja di Mentawai sungguh-sungguh melayani masyarakat.

Hal ini disampaikan Wabup saat membuka resmi acara Rakor Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang digelar Dinkes di Aula Sekretariat Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada Rabu, (13/3).

Wabup menegaskan hal ini juga terkait banyak laporan yang masuk ke dia bahwa ada beberapa oknum petugas kesehatan yang tidak ada dan jarang berada di tempat bertugas.

Bahkan Wabup juga secara langsung pernah mengecek petugas kesehatan yang tidak ada di tempat beberapa kali melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah.

“Kita ingin anda hadir di tempat tugas itu untuk melayani masyarakat, kalau tidak mau melayani masyarakat silahkan berhenti, cari kerja lain tunjangan kita berikan, pustu kita sediakan, tidak ada alasan lagi untuk tidak melayani masyarakat, layanilah masyarakat dengan sungguh-sungguh,” kata Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake kepada KepalaPuskesmas dan Kepala Tata Usaha (TU) sebagai peserta rakor.

Wabup meminta petugas kesehatan harus tahu kondisi masyarakat. “Warga di dusun itu tidak terlalu banyak masyarakatnya, masih bisa dihafal siapa dimana tinggalnya, kalau anda tidak tahu berarti anda tidak ada di situ, untuk layani kebutuhan masyarakat, karena anda dibayar negara,” kata Korta.

Wabup meminta Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, agar pada layanan kesehatan tingkat dusun (Poskesdes) sudah ada layanan tanggap darurat.

“Sehingga penyakit yang belum begitu parah bisa ditangani langsung di Poskesdes, tidak perlu lagi dirujuk ke RSUD di Tuapeijat kalau masih bisa ditangani di tingkat Poskesdes, saya ingin layanan tanggap darurat itu ada di Poskesdes,” kata Wabup.

Kemudian Kepala Puskesmas juga harus selalu bekerja sama dengan anggotanya, dan kompak dengan petugas bagian TU, dan Kapus juga harus mengawal anggotanya untuk melayani masyarakat.

"Jangan bertengkar, Kapus harus punya target kerja, begitu juga dengan Kadis, kalau tidak punya target kami ganti, ini hal yang terus kita evaluasi,” kata Wabup.

Kepala Puskesmas juga harus tegas, dan memantau anggotany. “Kalau ada anggotanya yang berbulan-bulan hingga bertahun-tahun tak masuk kerja laporkan, berikan laporan yang benar jika tidak maka kepala puskesmas akan ditegur, kalau kualitas pelayanan tidak bagus, maka konsekuensinya anda tidak mampu,” kata Korta

Bupati kemudian mengingatkan lagi soal kedisiplinan PNS, karena saat ini Pemda Mentawai sangat tegas menyikapi jika ada PNS yang bertugas di Mentawai sering tidak masuk kerja.

“Satu hal lagi bahwa kedisplinan PNS terkait kehadiran menjadi evaluasi kami saat ini, jadi kalau ada PNS masih ada yang tidak masuk-masuk berbulan-bulan dan bertahun-tahun siap-siap saja kami berhentikan,” kata Korta.
Rakor Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang digelar Dinkes di Aula Sekretariat Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada Rabu, (13/3). (Ist)
Terkait proses PNS yang sering tidak masuk kerja sudah ada PNS yang memohon-memohon hingga menangis meminta untuk tidak dipecat.

“Ada yang datang menangis, karena tidak melayani, masyarakat di Mentawai, masyarakat butuh pelayanan tapi anda mengabaikan tugas yang dipercayakan kepada anda dan dibayar negaram, kalau tidak mau keluar cari kerja lain, saya perlu sampaikan bahwa layanilah masyarakat dengan hati,” kata Korta.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar