SPAM Payakumbuh segera bisa dimanfaatkan masyarakat

id SPAM,air,payakumbuh,peresmian,proyek

Proyek SPAM Payakumbuh (sumbar.antaranews.com/Syafri Ario)

Payakumbuh (ANTARA) - Peresmian Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdiri dari Water Treatment Plant (WTP) dan Intake di Kelurahan Tanjung Pauh, Payakumbuh Barat, menunggu jadwal dari Pemerintah Pusat.

“Peresmian masih menunggu dari pemerintah pusat karena anggaran pembangunan SPAM sendiri berasal dari APBN,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Payakumbuh, Muslim di Payakumbuh, Selasa.

Sementara itu untuk pemakaian, kata Muslim, tidak harus menunggu peresmian karena hanya memerlukan surat izin dari Balai Teknik Air Minum dan Pemprov Sumbar.

Saat ini jelang peresmian Pemkot Payakumbuh menjalani tahap uji coba atau komisioning SPAM sejak Senin.

“Makanya sekarang kita lagi komisioning, semua sistem diuji coba dan dicek satu persatu, biar bisa dipastikan alat-alat sudah siap bekerja,” ujarnya.

Komisioning dikenal sebagai pengujian operasional suatu pekerjaan baik secara nyata maupun simulasi untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut telah dilaksanakan dan memenuhi semua ketentuan.

“Komisioning dilakukan setelah pelaksana kerja menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap menuju pengoperasian,” jelasnya.

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi berharap pembangunan SPAM senilai Rp 20,5 miliar itu bisa beroperasi dengan baik untuk mengatasi persoalan kekurangan pasokan air di Payakumbuh.

“Kebutuhan air bersih semakin meningkat sementara kapasitas produksi PDAM kita tidak memadai, semoga dengan beroperasinya WTP ini problem tersebut dapat teratasi,” ucap Riza yang merupakan Magister Teknik ITB itu.

Sebagaimana diketahui, Pemko Payakumbuh membangun SPAM mulai 2018 sebagai sumber air bersih yang baru selain dari Batang Tabik dan Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota.

Selain memenuhi pasokan sumber air bersih, pembangunan SPAM juga merupakan rekomendasi dari BPK bahwa Kota Payakumbuh harus mempunyai sumber air bersih sendiri sehingga tidak tergantung kepada daerah lain.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar