Logo Header Antaranews Sumbar

Shalat Idul Adha Dipusatkan di Parit Malintang

Rabu, 24 Oktober 2012 07:15 WIB
Image Print

Pariaman, (ANTARA) - Shalat Idul Adha 1433 Hijriyah di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dipusatkan di ibu kota kabupaten Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung pada Jumat (26/10). "Shalat dilakukan di kompleks kantor bupati yang baru Nagari Parit Malintang dengan Khatib Prof.Duski Samad," kata Kepala Kantor Kemeterian Agama (Kemenag) Padang Pariaman Taslim Mukhtar di Pariaman, Selasa. Dikatakannya, digelarnya shalat Idul Adha di halaman kantor bupati yang baru tersebut sekaligus sosialisasi bahwa kegiatan pemerintahan akan dipindahkan dari Pariaman ke Padang Pariaman. Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk hadir di Nagari Parit Malintang melaksanakan shalat Idul Adha, kemudian shalat Jum'at. Taslim Mukhtar mengatakan, seorang qori terbaik Padang Pariaman, Yahya akan bertindak sebagai imam shalat, baik untuk shalat Id maupun shalat Jumat. "Masyarakat sebaiknya memanfaatkan momen ini, agar bisa bersama bupati, wakil bupati, dan seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Padang Pariaman," jelasnya. Pihaknya juga akan melakukan penyembelihan hewan kurbannya di lokasi itu. Hingga ini hari ini, katanya, telah tercatat sebanyak lima ekor sapi kurban yang kesemuanya berasal dari jajaran Kemenag itu sendiri. Daging kurban akan dibagikan kepada fakir miskin dan pihak lainnya yang berhak menerimanya di daerah itu, katanya. Taslim juga mengimbau agar dapat membudayakan qurban di tengah masyarakat, sebab hakikat dari kurban adalah meningkatkan rasa solidaritas sosial dan merasakan kekurangan orang lain. "Hal ini sangat dianjurkan setiap kali momen Idul Adha," tambahnya. Sementara itu, di Kabupaten Padang Pariaman juga akan digelar Shalat Idul Adha pada Sabtu (27/10) bagi jamaah tarekat Syattariyah dipusatkan di kompleks makam Syekh Burhanuddin di Ulakan. Ketua Majelis Dzikir Istiqamah Syattariyah (Mazis) Padang Pariaman, Syafri Tuanku Imam Sutan Sari Alam mengatakan, penentuan 10 Dzulhijjah sudah bisa dilakukan berdasarkan penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1433 Hijriyah. Menurut bilangan kaum Syattariyah yang menjadi panutan masyarakat daerah itu selama ini, tanggal 10 Zulhijah jatuh pada hari Sabtu. (*/cpw7/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026