Menyeruput teh telur di Puncak Taratak

id teh talua

Pemandangan di salah satu warung di Puncak Taratak. (Antara Sumbar / Didi Someldi Putra)

Painan, (Antaranews Sumbar) - Teh telur minuman khas Sumatera Barat yang dibuat dari kocokan telur ayam kampung, teh dan gula pasir terasa lebih nikmat diseruput di tepi samudera di Puncak Taratak, Nagari Koto Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.

Nagari Koto Taratak sama dengan beberapa nagari lainnya di Pesisir Selatan yakni sama-sama menghadap ke Samudra Hindia, namun nagari ini istimewa karena terdapat perbukitan sehingga di lokasi kita bisa leluasa mengeksplorasi keindahan samudera yang maha luas.

Lokasi juga mudah dijangkau karena dilewati jalan lintas sumatera Padang - Bengkulu, dengan situasi itu akhirnya berdiri beberapa warung yang menyediakan aneka panganan dan minuman ringan termasuk teh telur.

Tiupan angin sepoi-sepoi serta pemadangan lepas ke samudera ternyata membuat teh telur yang dikenal karena enaknya semakin terasa lebih enak.

Sehingga tak heran beberapa warung di Puncak Taratak setiap saat selalu ramai pengunjungnya baik pada pagi, siang, sore bahkan malam hari.

Pada malam hari suasana akan lebih eksotis karena ketika memandang ke perairan akan terlihat ratusan bagan nelayan yang memancarkan cahaya untuk menarik kedatangan ikan, ditambah dengan udara yang dingin membuat teh telur semakin nikmat diserumput.

Selain dikunjungi masyarakat setempat, warung-warung di Puncak Taratak juga diramaikan oleh pengendara lintas provinsi.

Selain harga panganan yang relatif terjangkau, pemilik warung juga menyiapkan kamar mandi dan tempat shalat sehingga pengunjung lebih nyaman.

Seorang pemilik warung di Puncak Taratak, Mega (30) mengungkap meski setiap saat ini warungnya selalu ramai pengunjung namun pihaknya tidak berniat untuk menaikan harga dagangannya.

Hal itu menurutnya merupakan salah satu kiat agar pihaknya mendapat pengunjung setia, bahkan salah seorang pengunjungnya yang merupakan pedagang lintas provinsi selalu berkenan mampir jika melewati lokasi setiap dua pekan sekali.

"Kami para pedagang sepakat untuk tidak menaikan harga, sehingga warung-warung di Puncak Taratak tidak mendapat cap negatif," kata dia.

Selain teh telur, beberapa warung di Puncak Taratak juga menyediakan panganan lain seperti Soto, Pecel Ayam, Pecel Lele, Sate dan lain sebagainya.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar