Mensos ajak masyarakat tidak diskriminasikan ODHA

id Mensos Agus Gumiwang,ODHA

Menteri Sosial Agus Gumiwang. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww/18.

Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang menegaskan masyarakat tidak boleh menolak dan mendiskriminasikan Orang Dengan HIV/Aids (ODHA) sebagai Warga Negara Indonesia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama.

"Kita tidak boleh menolak mereka yang sudah tertular, terjangkit HIV/Aids, kita tidak boleh menolak. Mereka bagian dari kita, mereka juga WNI yang punya hak dan kewajiban yang sama," katanya di Jakarta, Rabu.

Yang harus disikapi masyarakat, lanjutnya ialah menolak virus dan penyakitnya namun harus menerima ODHA layaknya orang normal.

Ia menjelaskan Kementerian Sosial memiliki tanggung jawab untuk merehabilitasi orang yang sudah terlanjur terjangkit HIV/Aids melalui layanan psikososial dan penyuluhan.

"Yakinkan pada mereka bahwa mereka bagian integral masyarakat yang bisa berikan kontribusi masing-masing untuk bangsa, kontribusi sekecil apapun itu hal yang mungkin," jelasnya.

Dalam upaya menghilangkan stigma negatif yang terbangun di masyarakat terhadap ODHA, Kemensos telah mengukuhkan 2.000 Sahabat Peduli ODHA yang salah satu tugasnya menghilangkan stigma negatif di masyarakat.

Selain itu, Sahabat Peduli ODHA juga akan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pencegahan agar tidak tertular virus HIV, dan melakukan penyuluhan pada ODHA.

"Mereka juga bertugas untuk bisa menjadikan para ODHA, berdasarkan kemauan sendiri juga pengertian dari masyarakat, bisa berasimilasi, bersatu di lingkungan masing-masing bahwa ODHA itu bukan beban. Kita harus dorong mereka agar bisa jadi potensi untuk berikan kontribusi," terang Agus.

Hingga saat ini masyarakat luas dinilai masih memiliki pengetahuan yang kurang terhadap HIV/Aids, terutama cara penularan penyakit itu.

Penularan HIV hanya terjadi dengan tiga cara, yaitu hubungan seksual, pertukaran atau kontaminasi darah seperti dalam penggunaan jarum suntik bersamaan, dan secara vertikal yang diturunkan dari ibu kepada anak.

Di luar dari itu, seperti anggapan masyarakat bahwa virus HIV bisa menular lewat bersentuhan, bersin, atau penggunaan barang yang sama adalah tidak benar. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar