Dua atlet gantole PON XIX ikuti Porprov Sumbar

id Atlet gantole

Atlet gantole Padang Pariaman, Andika Pratama sedang take off pada Pekan Olahraga Provinsi XV di Gunung Kanter, Nagari Sungai Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anai. (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M.S)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Dua atlet gantole Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Barat di Padang Pariaman.

"Dua atlet tersebut yaitu Yalatif dan Rijalul Fathani," kata Ketua Pelaksana Porprov Cabang Olahraga Aero Sport, Sulma Wirohot Winata di Kecamatan Batang Anai, Jumat.

Pada PON 2016 di Jawa Barat, Yalatif berhasil mendapatkan medali emas nomor ketepatan mendarat dan lintas alam pada cabang olahraga gantole.

Ia mengatakan saat ini dua atlet tersebut bersaing dengan 21 atlet gantole lainnya yang diselenggarakan di Gunung Kanter, Nagari Sungai Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anai.

Atlet tersebut mengikuti sejumlah kelas yang dipertandingkan yaitu di antaranya ketepatan mendarat kelas b, terbang lintas alam beregu,dan ketepatan mendarat beregu.

"Pengumuman kemenangannya disampaikan 28 November nanti," ujarnya.

Di Gunung Kanter tersebut juga dilaksanakan cabang olahraga paralayang yang diikuti oleh 145 atlet.

"Atlet tersebut juga ada yang pernah mengikuti sejumlah even yaitu di antaranya Asian Games," ujarnya.

Ia mengatakan setelah Porprov tersebut atlet akan mengikuti pra-PON guna menghadapi PON XX di Papua.

Ia menyampaikan venue aero sport di daerah itu baru dibuka pada Juli lalu yang lokasinya berdekatan dengan Bandara Interrnasional Minangkabau.

"Karena lokasinya dekat, jadi kami harus berkoordinasi dengan pihak bandara,"

Sebelumnya Ketua Umum Pelaksana Porprov XV Sumbar, Ali Mukhni mengatakan sebanyak 7.275 atlet Sumbar mengikuti pekan olahraga itu.

Porprov tersebut diselenggarakan dari 19 sampai 29 November yang mempertandingkan 35 cabang olahraga. Pekan olahraga tersebut diselenggarakan sebagai persiapan menghadapi PON XX di Papua pada 2020. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar