Alunan saluang kecapi menghibur para pebalap TdS di Agam

id Saluang Kecapi,TdS 2018

Salah seorang ofisial dari tim peserta Tour de Singkarak (TdS) merekam penampilan kesenian tradisional saluang kecapi di Ambun Pagi, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Rabu (7/11). (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Kesenian tradisional saluang kecapi yang dimainkan Grup Kesenian Minang Saiyo Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memghibur para pebalap dan ofiSial di lokasi finis etape empat Tour de Singkarak (TdS) di Ambun Pagi, kabupaten itu, Rabu.

Saluang kecapi yang dimainkan empat orang itu ditampilkan di lokasi tempat makan para pebalap dan ofiSial, sehingga mereka terhibur dengan kesenian Minangkabau itu.

Anggota Grup Minang Saiyo Kecamatan Matur, Muhammad Zen di Lubukbasung, Rabu, mengatakan, grup kesenian itu sudah dua kali dilibatkan Pemda Agam, untuk menghibur para pebalap dan ofisial.

"Pada TdS tahun lalu kita juga diundang untuk menghibur pebalap dan ofisial," katanya.

Dengan cara itu, mereka cukup terhibur dan ada sebagian pebalap yang merekam dengan telepon genggam miliknya sambil menyampaikan good atau bagus.

Selain itu, ofisial juga ada memainkan gendang milik dari anggota grup.

"Kesenian ini hanya ada di Minangkabau dan daerah lain tidak ada," katanya.

Grup Minang Saiyo itu dilahirkan oleh leluhurnya pada 1960. Kesenian itu perpadu antara saluang dengan kecapi.

Selain di TdS, grup itu sering diundang untuk pesta oleh warga dan kegiatan pemerintah lainnya.

Bupati Agam, Indra Catri menambahkan, pebalap dan ofisial juga dihibur dengan tari piriang, tambua tansa dan lainnya.

"Kesenian tradisional itu ditampilkan oleh masyarakat Kecamatan Matur," katanya.

Ia menambahkan, TdS pada 2018 ini merupakan tahun kedelapan dari 10 tahun pelaksanaan event internasional itu.

Sementara Kelok 44 merupakan rute yang menantang bagi para pebalap karena memiliki tikungan yang cukup banyak dan memiliki tanjakan yang tinggi.

"Tanpa adanya Kelok 44, maka TdS tidak begitu menantang bagi pebalap," tegasnya.

Pada TdS 2019, pihaknya akan mengusulkan rute khusus atau lokasi star dan finis di daerah itu kepada panitia pusat.

Ini mengingat bahwa daerah Agam cukup luas dan memiliki rute yang cukup bagus.

"Kita setiap tahun mengusulkan etape khusus dan berharap tahun depan disetujui panitia pusat," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar