
Kemenko Maritim dalami usulan pembangunan bandara di Solok Selatan

Padang Aro, (Antaranews Sumbar ) - Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaludin, mengatakan akan medalami usulan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat untuk membangun bandara dan kawasan industri di lokasi Kawasan Perkotaan Barau (KPB), Sabtu.
"Saya minta Pemerintah daerah menyediakan bahan lebih detail dan mengikuti prosedur dan regulasi yang ada", kata dia saat meninjau jalan Abai-Pulau Punjung, di Padang Aro.
Ia meminta pendalam kajian untuk pembangunan bandara dan menyarankan membawa angkasa pura I untuk mendalami tekhnisnya sebagai kebutuhan.
"Kebutuhan pastinya harus ada dan harus diyakini penggunaannya minimal balik modal agar bisa beroperasi terus dan tidak mati ditengah jalan," ujarnya.
Menurut dia, di bandara baru yang kurang bisanya orang keluar karena mau masuk biasanya lebih besar sebab keinginan mencoba yang baru.
Ia menyebutkan, sebaiknya pemerintah daerah fokus dulu dan yang ditingkatkan adalah akses di utamakan dan bandara dimatangkan.
Selain itu pemerintah daerah harus lebih berani membuka peluang investasi dan sebaiknya diselesaikan administrasi investor yang mau masuk dan bentuk badan pengelolaannya atau dibentuk saja tim yang menangani kawasan industri dan bandara.
Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria didampingi mantan Dr Kardiman mengatakan, keberadaan bandara di Kabupaten itu bisa mencakup enam Kabupaten, dan bisa juga dijadikan bandara cadangan kalau BIM tidak bisa beroperasi.
"Kami sudah mendatangkan tim tekhnis dan lokasi bandara tidak ada masalah serta jalur terbangnya diluar jalur BIM.
Untuk kawasan industri katanya, setidaknya sudah ada 10 perusahaan yang mau bergabung.
Solok Selatan kaya akan kandungan mineral dan sebelumnya sudah ada yang berproduksi di Sungai Kunyit tapi sekarang terhenti setelah ada larangan ekspor.
"Dengan adanya kawasan industri maka semua potensi mineral Solok Selatan bisa termanfaatkan," ujarnya.*
Pewarta: Erik Ifansya Akbar
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
