Ekspor Sumbar September turun 3,22 persen

id ekspor,sumbar,Ekspor Sumbar,BPS

Petani berada di samping buah kelapa sawit yang baru dipanen, di Kab.Padangpariaman, Sumatera Barat, ANTARA SUMBAR/Iggoy el Fitra/Maril/18

Padang, (Antaranews Sumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat ekspor provinsi itu pada September 2018 mencapai 141,90 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau turun 3,22 persen dibandingkan Agustus 2018 yang mencapai 146,75 juta dolar AS.

"Ekspor Sumbar September 2018 naik 12,79 persen bila dibandingkan periode yang sama 2017," kata Kepala BPS Sumbar, Sukardi di Padang, Selasa.

Ia menyampaikan negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada September 2018 adalah ke India sebesar 50,25 juta dolar AS, Amerika Serikat 34,22 juta dolar AS dan Kenya 14,78 juta dolas AS.

Ekspor ke India memberikan peranan sebesar 28,63 persen dan Amerika Serikat 25,06 persen terhadap total ekspor Sumbar sepanjang Januari hingga September 2018.

Menurutnya golongan barang yang paling banyak diekspor pada September 2018 adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 104,3 dolar AS, karet dan barang dari karet 23,69 juta dolar AS.

Sejalan dengan itu ekspor produk industri pengolahan pada September 2018 juga mengalami penurunan sebesar 5,26 persen dibanding Agustus.

Sebaliknya nilai impor Sumatera Barat pada September 2018 mencapai 29,26 juta dolar AS atau turun 51,78 persen dibandingkan Agustus yang mencapai 60,73 juta dolar AS.

Golongan barang impor terbesar September 2018 adalah bahan bakar mineral sebesar 26,95 juta dolar AS, kertas dan kertas karton 1,03 juta dolar AS,dan pupul 0,05 juta dolar AS.

Sebelumnya Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumatera Barat mengusulkan pembentukan tim terpadu peningkatan ekspor terdiri atas berbagai pemangku kepentingan untuk membuat kajian khusus agar ekspor daerah i terus berkembang.

"Saya termasuk yakin dan percaya salah satu upaya meningkatkan perekonomian Sumbar adalah dengan meningkatkan ekspor untuk itu perlu dibuat tim khusus untuk menanganinya," kata Ketua Kadin Sumbar Ramal Saleh.

Menurutnya tim tersebut terdiri atas pemerintah, dunia usaha untuk membuat konsep besar ekspor Sumbar empat hingga lima tahun ke depan.

"Jadi kalau sekarang ekspor Sumbar masih 1,9 miliar dolar Amerika Serikat lima tahun lagi naik menjadi 5 miliar dolar AS," kata dia.

Menurutnya untuk bisa mewujudkan target tersebut tim membangun sinergi dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan ekspor.

Saat ini komoditas utama ekspor Sumbar baru dua yaitu karet dan minyak sawit, padahal ada komoditas lain yang juga potensial seperti gambir, pinang, kayu manis, katanya.

Selain itu ia berharap ke depan ekspor Sumbar tidak hanya dalam bentuk bahan mentah namun diolah menjadi produk sehingga nilainya jauh lebih tinggi. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar