Baru 3,2 persen sawah di Padang Pariaman diasuransikan

id asuransi sawah

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman, Yurisman Yakub. (Antara Sumbar/Aadiat MS)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Baru sekitar 3,2 persen atau 2.000 hektare luas tanam yang diasuransikan petani di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat dari 62.000 hektare luas tanam padi di daerah itu.

"Jumlahnya masih sangat kecil karena pemahaman petani terhadap asuransi masih kurang," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Yurisman Yakub di Parit Malintang, Rabu.

Padahal, lanjutnya sosialisasi terkait asuransi pertanian terus disampaikan ketika musyawarah perencanaan pembangunan, rapat dengan petani, serta melalui penyuluh.

Namun sejak program asuransi usaha tanaman padi digulirkan di Padang Pariaman pada 2015 hingga sekarang capaiannya masih kecil.

"Bahkan sudah ada petani yang mendapatkan klaim dari asuransi tersebut, namun antusias terhadap asuransi masih tetap rendah," katanya.

Ia menjelaskan sistem pada asuransi tersebut yaitu dengan petani membayar premi Rp36 ribu per hektare per sekali tanam maka klaim yang didapatkan sebesar Rp6 juta per hektare.

Klaim tersebut diberikan jika selama musim tanam padi terjadi gagal panen yang disebabkan oleh bencana alam atau karena hama.

Untuk mengasuransikan lahan dapat dilakukan melalui kelompok sehingga dapat mempermudah proses pembayaran premi dan klaim ketika terjadi gagal panen.

"Lahan petani di Padang Pariaman kan banyak tidak sampai sehektare, jadi melalui kelompok bisa ditanggulangi," ujarnya.

Bahkan jika lahan yang dimiliki petani tersebut hanya setengah hektare maka premi yang dibayarkan hanya sebagian dari ketentuan, kata dia.

"Apabila preminya Rp36 ribu untuk satu hektare, maka jika lahan yang dimiliki hanya setengah hektare maka yang dibayarkan hanya Rp18 ribu, namun klaimnya juga setengah" ujar dia.

Ia mengimbau petani di daerah itu untuk mengasuransikan lahannya agar terhindar dari kerugian ketika terjadi gagal panen.

"Apalagi Padang Pariaman rawan dengan bencana yang berpotensi dapat merusak pertanian," tambahnya. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar