Logo Header Antaranews Sumbar

Wapres tegaskan Pemerintah tidak minta bantuan asing untuk gempa Sulteng

Jumat, 5 Oktober 2018 20:38 WIB
Image Print
Warga korban gempa tsunami Palu mengantre sembako di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10). Memasuki hari ketujuh pascagempa, sejumlah bantuan dari berbagai institusi baik pemerintah maupun relawan mulai dibagikan di sejumlah wilayah terdampak gempa dan tsunami. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/18.

Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan Pemerintah Indonesia tidak pernah meminta bantuan kepada asing untuk penanganan pascagempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Yang (soal bantuan, red.) luar negeri, pertama dengar, kita tidak minta, tetapi kalau ada yang mau bantu, kita terima," kata dia dalam keterangannya kepada media di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu, Jumat.

Pemerintah memutuskan untuk menerima donasi dari negara dan lembaga bantuan asing untuk pemulihan pascagempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Hingga saat ini, tercatat 18 negara sudah bersedia memberikan bantuan.

Sebanyak 18 negara itu, Korea Selatan, Inggris, Australia, Amerika Serikat, Jepang, India, Singapura, China, Malaysia, Swiss, Arab Saudi, Qatar, Prancis, Ceko, Norwegia, Hungaria, Turki, dan Selandia Baru.

Bantuan dari negara-negara tersebut, antara lain berupa uang, pesawat angkut Hercules C-130, alat pengasapan, genset, alat penyaringan untuk air bersih, dan peralatan medis.

Hingga Jumat pagi, Kementerian Luar Negeri telah memberi izin masuk bagi 12 negara yang akan membawa bantuannya ke Indonesia melalui Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma di Jakarta.

Beberapa negara yang telah mendapatkan izin masuk tersebut, antara lain Singapura, India, Australia, Selandia Baru, Qatar, dan Jepang.

Kementerian Luar Negeri memberikan izin masuk kepada 23 penerbangan asing ke Indonesia. Pemberian izin masuk tersebut dilakukan secara daring untuk mempercepat proses.

"Di Kemlu sudah ada 'clearance' cepat berdasarkan 'online'; sehingga pemberian ijin 'clearance' bagi pesawat bisa dilakukan secara 'online'," kata Menlu Retno Marsudi di Istana Wapres Jakarta, Kamis (4/10). (*)

Baca juga: Pemerintah hanya terima bantuan uang dari LSM internasional untuk pemulihan pascagempa Sulteng
Baca juga: Perekonomian di Palu harus segera pulih untuk percepat pembangunan, kata Wapres
Baca juga: Kementerian ESDM targetkan listrik terdampak bencana di Sulteng pulih 90 persen



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026