Logo Header Antaranews Sumbar

2.600 personel dikerahkan untuk mengamankan pertandingan Indonesia vs Uni Emirat Arab

Jumat, 24 Agustus 2018 17:23 WIB
Image Print
Tim sepak bola Uni Emirat Arab foto bersama sebelum bertanding melawan tim sepak bola Indonesia pada babak 16 besar pada Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Jumat (24/8). (ANTARA FOTO/INASGOC/Djuli Pamungkas/18)

Cikarang, Bekasi, (Antaranews Sumbar) - Polres Metro Bekasi, Jawa Barat bersama Polda Metro Jaya, TNI dan aparatur pengamanan tingkat daerah melakukan penjagaan di sekitar Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi, pada babak penyisihan 16 besar Asian Games 2018, antara Indonesia melawan Uni Emirat Arab.

"Itu dengan total keseluruhan berjumlah 2.600 personel, baik dari satuan Sabara, Satpol PP, Brimob hingga TNI. Ini dilakukan sebagai bentuk adanya antisipasi terjadinya tindakan anarkis dari penonton di dalam maupun luar stadion," kata Kepala Humas Polres Metro Bekasi, Kompol Sutrisno di Stadion Wibawa Mukti, Jumat.

Menurut dia pada pertandingan ini melibatkan seluruh unsur kesatuan dan menempatkan pada tribune penonton. Tetapi pada pola penjagaan ini juga dilakukan penggabungan pengamanan dengan TNI.

Sedangkan pada luar stadion lebih mengarah sistem pengamanan ekstra ketat. Itu terlihat dengan adanya sensor pengamanan menggunakan peralatan dan penggeledahan seluruh tubuh.

Ini sudah menjadi salah satu aturan baku pada sistem pengamanan yang di mana mengantisipasi bilamana penonton membawa barang-barang yang dapat merugikan suporter lainnya.

Selain itu, juga melakukan penggeledahan terhadap barang bawaan suporter yang hendak dibawa masuk pada area tribun penonton.

"Sejauh ini belum ada tindakan anarkis dari penonton baik di luar maupun dalam stadion. Tetapi meminta agar kondusifitas dan sigap dari petugas harus terap terjaga," ujarnya.

Ia menambahkan pada penjagaan di setiap tribun dilakukan pengamanan oleh 30 personel gabungan guna mengantisipasin adanya tindakan anarkis suporter.

Selain itu, sudah menempatkan mobil anti huru hara dan pengurai massa pada setiap gerbang menuju stadion bila terjadi kerusuhan.

"Ini memang sudah menjadi aturan baku, di mana pengamanan harus tetap terjadi dan harus memberikan kenyamanan bagi pemain asing maupun lokal," tuturnya.

Kompol Sutrisno menjelaskan pada pertandingan Indonesia melawan Uni Emirat Arab memang melakukan penjagaan ekstra ketat, di mana masyarakat sekitar ingin menyaksikannya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026