Ini penyebab gempa Bukittinggi menurut stasiun BMKG Padang Panjang

id BMKG

Ilustrasi - Gempa. (Antara)

Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) - Gempa bumi berkekuatan 4 Skala Richter terjadi di 8 kilometer sebelah utara Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa pukul 7.02 WIB akibat aktivitas sesar Sumatera.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang merilis gempa terjadi di koordinat 0,23 Lintang Selatan dan 100,37 Bujur Timur dengan kedalaman hiposenter 7 kilometer

Plt Kepala Stasiun Geofisika, Fajar Dwi Prasetyo dalam keterangannya menyebutkan berdasarkan posisi gempa tersebut menunjukkan gempa terjadi akibat aktivitas Sesar Sumatera di Segmen Sianok.

Segmen Sianok mempunyai kecepatan pergeseran 23 mm/tahun dengan tipe pergeseran mendatar (strike-slip).

Posisi Segmen Sianok memanjang dari sebelah Timur Danau Singkarak melewati sebelah Barat Daya Gunung Marapi sampai Ngarai Sianok dengan panjang 90 kilometer.

Gempa besar terakhir terjadi di segmen tersebut tercatat terjadi dua kali pada 6 Maret 2007 dengan kekuatan 6,4 SR dan 6,3 SR.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat tetang tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengenal potensi bencana dan jalur evakuasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan di daerahnya.

Beradasarkan laporan yang diterima BMKG, getaran gempa pada Selasa pagi itu dirasakan di wilayah Bukittinggi dalam IV MMI, Padang Panjang III MMI, dan sejumlah wilayah Kabupaten Agam seperti di Ampek Angkek dan Lawang.

Di Bukittinggi, getaran gempa sempat membuat warga terkejut namun karena durasi singkat peristiwa itu tidak mengganggu aktivitas warga. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar