Logo Header Antaranews Sumbar

BMKG ingatkan pentingnya sirene tsunami di daerah terluar Indonesia

Senin, 13 April 2026 19:40 WIB
Image Print
Foto patung Sikerei di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pentingnya pemasangan sirene peringatan dini atau early warning system gelombang tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) yang merupakan daerah terluar Indonesia.

"Nah, yang belum memiliki sirene ya Kabupaten Kepulauan Mentawai," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Padang Panjang Suadi Ahadi saat dihubungi di Kota Padang, Senin.

Suadi menegaskan pemasangan sirene tsunami di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai sangat penting dan mendesak. Apalagi, daerah terluar Indonesia itu memiliki potensi besar terdampak tsunami megathrust.

"Karena Kabupaten Kepulauan Mentawai itu punya ancaman tsunami dekat ya, golden time-nya kurang dari 10 menit," sebut dia.

Mengingat besarnya potensi dampak tsunami di Bumi Sikerei (julukan Mentawai), Suadi mengimbau pemerintah provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera memasang sirene.

Sistem peringatan dini atau early warning system ini bisa menjadi salah satu langkah antisipasi bagi pemerintah atau pemangku kepentingan, untuk menyelamatkan masyarakat jika terjadi tsunami.

Selain itu, BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang juga membuka ruang pemanfaatan atau penggunaan pengeras suara di masjid atau musala yang berada di kawasan pinggir pantai sebagai media sistem peringatan dini.

Cara ini diharapkan menjadi sebuah solusi tambahan bagi pemerintah daerah bersama BMKG dalam menyiapkan masyarakat yang siap dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk tsunami.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai Sarman P Simanungkalit membenarkan sejak beberapa tahun terakhir daerah tersebut tidak memiliki sirene peringatan dini tsunami.

"Awalnya kita memang punya sirene tapi rusak dan tidak berfungsi lagi," kata Sarman P Simanungkalit.

Meskipun daerah tersebut kini tidak memiliki sirene peringatan dini tsunami, namun ia menegaskan pemerintah daerah tidak abai terhadap kesiapsiagaan salah satunya dengan melatih masyarakat lokal.

"Kita tetap melakukan pelatihan dan penguatan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat seperti menyiapkan kelompok siaga bencana," ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026