Logo Header Antaranews Sumbar

Prancis: Laporan Tentang Sandera Bebas Tak Berdasar

Jumat, 22 Februari 2013 07:23 WIB
Image Print

Paris, (ANTARA/Reuters) - Kementerian Luar Negeri Prancis pada Kamis membantah berita tentang pembebasan tujuh sandera warga negaranya di Kamerun, dengan menyatakan laporan media itu tidak berdasar. "Sesudah memeriksa kedutaan kami, berita itu tampak tidak berdasar. Pemerintah negara terkait, terutama Nigeria dan Kamerun, juga membantahnya," kata Didier Le Bret, juru bicara bagian krisis kementerian tersebut. Nasib tujuh pelancong Prancis, yang diculik di Kamerun oleh tersangka pejuang Nigeria, pada Kamis tidak jelas setelah pejabat pemerintah membantah laporan media Prancis bahwa mereka sudah dibebaskan. Sandera itu, empat anak-anak dan tiga orang dewasa, disergap pada pekan ini saat bertamasya ke taman nasional Waza di dekat perbatasan Kamerun dengan Nigeria. Media Prancis pada Kamis melaporkan bahwa sandera ditemukan hidup di rumah di Nigeria utara dan dibebaskan. "Sandera itu selamat dan berada di tangan pemerintah Nigeria," kata BFMTV mengutip keterangan perwira tentara Kamerun. "Itu desas-desus gila, yang kami tidak dapat pastikan. Kami tidak tahu dari mana itu berasal," kata Menteri Perhubungan Kamerun Issa Tchiroma Bakary melalui telepon dari ibukota, Yaounde. Sagir Musa, juru bicara tentara Nigeria, kepada Reuters menyatakan laporan itu tidak benar. Kader Arif, Menteri urusan Veteran Prancis, kepada parlemen pada Kamis menyatakan ketujuh sandera itu telah dibebaskan, namun mencabut pernyataannya beberapa menit kemudian, dengan mengatakan mengutip laporan media dan tidak ada kepastian resmi. Itu kali pertama orang asing diculik oleh tersangka pejuang garis keras di Kamerun utara, bekas jajahan Prancis. Wilayah itu dipandang berada dalam lingkup aliran Boko Haram dan kelompok keras Ansaru Nigeria. Ancaman terhadap warga Prancis di wilayah tersebut meningkat sejak Prancis mengerahkan ribuan tentaranya ke Mali, tetangga Kamerun, untuk memerangi pejuang terkait Alqaida, yang menguasai bagian utara negara tersebut pada tahun lalu. Penculikan di Kamerun itu menjadikan 15 orang jumlah warga Prancis disekap di Afrika Barat. Sumber diplomatik Prancis menyatakan pemerintah tidak akanmemastikan sandera telah dibebaskan sampai memiliki bukti nyata atau sampai mereka berada di tangan Prancis. Kamerun adalah negara secara umum sekuler, tempat 70 persen penduduk beragama Kristen dan sekitar 24 persen Muslim moderat. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026