
DLH antisipasi dampak kebakaran gudang karet Incasi Raya

Padang, (Antaranews Sumbar) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Sumatera Barat akan mengkaji dampak kebakaran di gudang karet milik PT Incasi Raya di jalan Bypass KM 3 Kecamatan Lubuk Begalung yang terjadi pada Senin (23/4) pagi.
"Kita akan lakukan pemeriksaan nanti setelah prosedur pemadaman selesai," kata Kepala DLH Kota Padang Al Amin di Padang, Senin.
Menurut dia karet dalam jumlah besar terbakar pasti menimbulkan dampak bagi lingkungan baik pencemaran udara dan limbah karet dalam bentuk cair akibat terbakar.
Pihaknya akan mengawasi perusahaan dalam mengelola limbah bekas kebakaran nanti.
Selain itu ia ingin memastikan apakah limbah itu berdampak bagi masyarakat sekitar atau tidak.
"Saat ini tentu belum dapat kita lakukan, setelah semua selesai kita akan bekerja," ujarnya.
Sementara anggota DPRD Padang Azirwan mendesak pihak terkait segera melakukan tindakan agar dampak kebakaran ini tidak merusak lingkungan.
Apabila limbah bekas kebakaran itu tidak dikelola dengan baik tentu akan membahayakan kesehatan warga sekitar lokasi
"Pencemaran udara akibat kebakaran dan pencemaran air dapat terjadi. Kami minta hal ini dapat segera diatasi," kata dia.
Sebelumnya sebuah bangunan gudang penyimpanan karet milik PT Incasi Raya di jalan Bypass KM3 Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang hangus terbakar
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang Hendrizal Azhar mengatakan dari informasi warga kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00 WIB yang berasal dari dalam gudang.
Mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung menurunkan tim pemadam. Berselang enam jam petugas berusaha menjinakkan api namun hingga pukul 12.56 WIB api belum juga dapat dipadamkan.
Pihaknya telah menurunkan 14 unit mobil pemadam kebakaran dibantu dua mobil pemadam dari TRC Semen Padang, satu unit dari Lantamal II Padang dan satu unit dari PT Pelindo untuk memadamkan api.
"Ada 18 unit mobil dan ratusan petugas yang berusaha memadamkan api sejak enam jam yang lalu, namun api belum juga padam," ujarnya.
Pewarta: Mario S Nasution
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
