
Terkait lahan masjid agung, ratusan pemangku adat dan masyarakat demo Mitra Kerinci (video)

Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Ratusan pengunjuk rasa dari pemangku adat Rantau 12 Koto beserta masyarakat dan bundo kanduang setempat yang menuntut pembebasan lahan masjid agung di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mulai padati area PT Mitra Kerinci, Rabu siang.
Koordinator pengunjuk rasa Irwan Sangir, di Padang Aro, mengatakan, pihaknya belum menerima surat jawaban dari PT Mitra Kerinci terkait pembebasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan masjid agung di Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan "plat merah" itu sesuai kesepakatan pada Senin di gedung DPRD Selasa (27/3).
"Kami belum menerima surat tersebut sesuai kesepakatan," ujarnya.
Baca juga: Terkait pembangunan masjid agung, pemangku adat akan demo Mitra Kerinci
Massa mulai berkumpul di simpang jalan masuk PT Mitra Kerinci sekitar 12.45 WIB dan menuju ke pusat perkantoran menggunakan sekitar 20 mobil.
Namun, massa dilarang masuk ke kawasan perkantoran oleh kepolisian dan berkumpul di lapangan sepak bola milik perusahaan teh itu.
Saat di lapangan sepak bola, massa sempat emosi karena ada anggota Pemuda Pancasila yang diizinkan ke kantor.
Emosi massa semakin naik karena menilai Pemuda Pancasila melempar mereka dengan batu.
Baca juga: Pemangku adat rantau 12 koto desak Mitra Kerinci serahkan tanah pembangunan masjid agung
Sedangkan perwakilan pemangku adat sudah masuk ke kawasan perkantoran PT Mitra Kerinci.
Pendemo mengancam akan mengunci pabrik bila tuntutannya tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan.
Kapolres Solok Selatan AKBP M Nurdin mengimbau pendemo tetap menjaga kondisi keamanan dan tidak anarkis.
"Silahkan menyampaikan pendapat karena itu memang hak setiap warga negara," ujarnya.
Guna pengamanan demonstrasi terkait rencana pembangunan Masjid Agung Solok Selatan ini kepolisian menurunkan 90 personel. (*)
Video: Erik Ifansya Akbar
Pewarta: Erik Ifansya Akbar
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
