Logo Header Antaranews Sumbar

Solok Kembangkan Kawasan Agrowisata Kampung Buah

Jumat, 5 Januari 2018 19:23 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Solok, Reiner meninjau perkebunan buah naga yang sedang dikembangkan. (Antara Sumbar/Tri Asmaini)

Solok, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat pada 2018 akan fokus mengembangkan kampung buah untuk mendukung daerah itu sebagai kawasan agrowisata buah-buahan di Sumatera Barat.

"Kota Solok sangat berpotensi menjadi daerah pengembangan tanaman buah, karena masyarakat juga masih bergantung kepada sektor pertanian," kata Wakil Wali Kota Solok, Reinier di sela mengunjungi
kelompok tani Harapan Baru Tanjung Paku daerah setempat, Jumat.

Ia mengatakan dengan besarnya potensi itu maka pemkot ingin mewujudkan Kota Solok sebagai etalase di bidang pertanian dengan mengembangkan kawasan agrowisata kampung buah.

Kawasan kampung buah yang sedang dikembangkan saat ini antara lain Kampung Durian, Kampung Rambutan, Kampung Naga, Kampung Kedondong, Kampung Kelengkeng dan masih banyak lagi yang sedang dilakukan pengembangan atau pencarian lahan yang tepat untuk ditanami buah-buahan.

Menurut dia pengembangan tanaman buah masih sangat menjanjikan dengan luas lahan tidur yang dimiliki Kota Solok saat ini.

"Saya berharap apa yang telah direncanakan, serta diinginkan masyarakat petani dapat berhasil dan tidak gagal," ujarnya.

Program pertanian ini juga salah satu langkah dan terobosan pemkot dalam menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi angka pengangguran.

Namun petani harus didukung dengan ilmu pengetahuan di bidang pertanian yang mumpuni, untuk mengelola atau menggarap sehingga hasilnya maksimal.

Ada beragam jenis tanaman buah yang dikembangkan, yakni buah durian, naga, rambutan, kedondong dan lengkeng, serta buah lainnya yang masih dikembangkan kecocokan dengan lahan kosong di Kota Solok.

Pertanian jika tidak diiringi dengan ilmu, akan gagal. Program kampung tanaman buah ini untuk membantu masyarakat, kemudian Kota Solok harus menjadi percontohan bagi daerah lain, katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026