
Lebih dari 100 Warga Sipil Diculik di Suriah

Beirut, (Antara/AFP) - Lebih dari 100 warga sipil diculik oleh kelompok-kelompok bersenjata di provinsi Idlib, Suriah dalam insiden-insiden terpisah, kata satu kelompok pemantau Jumat. Kelompok pemantau Observatorium Suriah bagi Hak asasi Manusia mengatakan penculikan-penculikan di provinsi barat laut itu terjadi pada Kamis dalam dua insiden terpisah. Satu kelompok penumpang sekitar 70 pria dan wanita dalam empat minibus diculik dekat satu pos pemeriksaan tentara ketika sedang menuju ibu kota provinsi itu yang juga bernama Idlib oleh pria-pria bersenjata propemerintah, kata kelompok yang bermarkas di Inggris itu. Observatorium itu mengatakan, para penculik berasal dari desa-desa Al-Fua dan Kafraya berpenduduk mayoritas Syah, sementara para penumpang berasal dari desa-desa Saraqeb, Sarmin dan Binnish yang berpenduduk mayoritas Sunni. Beberapa jam sebelum penculikan mereka, di daerah yang sama satu kelompok bersenjata lainnya menculik setidaknya 40 warga sipil lainnya, sebagian besar wanita dan anak-anak, kata Observatorium itu. Mereka sedang dalam perjalanan menumpang satu bus dari desa-desa Al-Fua dan Kafraya. Sebagian besar pemberontak Suriah yang memerangi pasukan Presiden Bashar al-Assa adalah warga Sunni, sementara suku presiden itu adalah bagian dari penganut Syiah. "Saya khawatir penculikan sektarian meningkat," kata direktur Observatorim itu Rami Abdel Rahman. "Tindakan-tindakan seperti itu menodai revolusi." PBB mengatakan hampir 70.000 orang tewas sejauh ini dalam konflik Suriah yang meletus 23 bulan lalu, 15 Maret 2011. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
