
Sulit Dicari, Legislator Minta Pemprov Awasi Distribusi Elpiji Bersubsidi
Selasa, 5 September 2017 17:59 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Kalangan DPRD Sumatera Barat meminta pemerintah provinsi setempat mengawasi pendistribusian gas elpiji 3 kilogram di daerah itu untuk menanggulangi kelangkaan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.
"Kami meminta pemprov bekerja sama dengan PT Pertamina untuk mencari solusi persoalan ini," kata Anggota Komisi V bidang kesejahteraan rakyat DPRD Sumbar Endarmy di Padang, Selasa.
Menurut dia kelangkaan gas elpiji bersubsidi yang terjadi saat ini sudah meresahkan masyarakat. Bahkan keberadaan gas elpiji 3 Kg seakan hilang dari peredarannya.
"Masyarakat sangat mengeluh dengan hal ini, hendaknya ada langkah tegas dari pemprov dan PT Pertamina untuk memastikan ketersediaan gas bagi masyarakat," ujarnya.
Menurutnya persoalan ini terjadi di beberapa kota dan kabupaten seperti kabupaten Padang Pariaman, Pasaman dan Kota Padang.
Gas bersubsidi telah menjadi kebutuhan masyarakat sehingga apabila sulit dicari maka akan berdampak luas.
"Kami minta pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap jalur distribusinya dan menindak tegas oknum yang bermain dalam hal ini," kata politisi NasDem ini.
Sementara anggota Komisi V DPRD Sumbar Amora Lubis belum lama ini juga meminta PT Pertamina memperketat pengawasan terhadap pendistribusian gas elpiji bersubsidi di Sumbar.
Sebab kelangkaan gas elpiji bersubsidi masih terjadi dan meresahkan masyarakat terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah.
"Kami minta pihak pertamina dengan dinas terkait terutama ESDM agar mewaspadai kelangkaan gas elpiji. Sebab kelangkaan ini terus berulang," katanya.
Apabila terjadi praktik penimbunan harus diproses secara hukum karena hal itu menyebabkan keresahan bagi masyarakat.
"Dengan demikian akan memberi efek jera terhadap pelaku untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut," katanya.
Sebelumnya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram terjadi di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat sejak seminggu terakhir yang membuat harganya semakin tinggi.
Salah seorang warga Lubuak Hijau Kecamatan Rao Utara Sapar di Rao Utara mengatakan kelangkaan gas elpiji 3 kg di daerah itu sudah terjadi menjelang hari raya Idul Adha 1438 Hijriah.
"Jika ada maka harganya juga tinggi bahkan mencapai harga Rp40 ribu per tabungnya. Padahal sudah disubsidi oleh pemerintah," katanya. (*)
Pewarta: Mario S Nasution
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
