
Padangpariaman Remajakan Objek Wisata Bersejarah
Minggu, 27 Agustus 2017 12:12 WIB

Parit Malintang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat (Sumbar) tengah meremajakan objek wisata bersejarah baik secara nasional maupun perseorangan.
"Objek wisata itu yaitu kawasan Lubuak Bonta di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam yang terdiri dari pemandian dan rumah peninggalan Belanda," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Jon Kenedy di Parit Malintang, Minggu.
Ia menjelaskan rumah peninggalan Belanda atau Rumah Putiah merupakan bukti sejarah keberadaan bangsa tersebut di daerah itu.
Namun keberadaan rumah tersebut dapat menjadi objek wisata sejarah yang potensial untuk dikembangkan guna meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, katanya.
"Tidak hanya itu pemandian di kawasan tersebut juga menjadi tempat bersejarah bagi sejumlah warga di Sumbar," ujarnya.
Ia mengatakan pemandian tersebut merupakan objek wisata yang pernah jaya sekitar 1980-an yang dikunjungi oleh sejumlah wisatawan dari provinsi itu.
Menurutnya peremajaan tersebut dapat mengangkat kembali situs sejarah sehingga menambah khazanah pariwisata Padangpariaman, kata dia.
Selain itu, lanjutnya dapat mengangkat kembali tempat kenangan warga provinsi itu bersama kolega dengan menikmati kesejukan air di pemandian tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen Disparpora Padangpariaman, Erizal mengatakan dana peremajaan objek wisata itu berasal dari Dana Alokasi Khusus sebesar Rp1,150 miliar.
"Diperkirakan peremajaan ini selesai beberapa beberapa bulan lagi sehingga wisatawan dapat kembali berkunjung," ujarnya.
Sementara itu, Walinagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Taufik mengatakan peremajaan yang dilakukan pemerintah kabupaten itu dapat mengangkat kembali potensi wisata di nagari itu yang sempat ditinggalkan.
"Apalagi akan dikembangkannya kawasan Tarok yang terletak di nagari ini menjadi daerah terpadu," ujar dia.
Ia mengatakan dengan Tarok menjadi kawasan terpadu maka ribuan orang akan datang ke daerah itu sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata tersebut akan meningkat.
Salah seorang pengelola objek wisata pemandian itu, Herman menyebutkan saat ini dalam seminggu sekitar 1.000 wisatawan datang ke destinasi tersebut.
"Namun wisatawan terbanyak yaitu menjelang bulan puasa serta lima hari pasca lebaran," kata dia.
Ia mengatakan saat ini telah banyak wisatawan yang berkemah di objek wisata itu untuk merasakan keindahan alam di daerah itu. (*)
Pewarta: Aadiaat Makruf
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
