Logo Header Antaranews Sumbar

Banjir di Kampar Rendam Ratusan Rumah

Senin, 22 Oktober 2012 17:38 WIB
Image Print
Ilustrasi. (ANTARA)

Bangkinang, (ANTARA) - Banjir di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Senin, mengakibatkan ratusan rumah dari empat desa di Kecamatan Gunung Sahilan yaitu Kebun Durian, Sungai Lipai, Gunung Sahilan, dan Sahilan Darussalam, terendam banjir setinggi betis hingga lutut orang dewasa. "Hujan deras yang turun lebih dari lima jam tidak seluruhnya tertampung oleh saluran air menuju sungai, sehingga menggenangi permukiman penduduk, namun perlahan-lahan air kini mulai surut," kata Camat Gunung Sahilan Dasman di Bangkinang, Senin. Akibat banjir itu aktivitas warga untuk mendodos karet dan memanen sawit jadi terkendala serta banjir juga menggenangi puluhan hekare kebun petani. Kades Gunung Sahilan Darussalam Busman menyatakan warga telah berupaya mencegah air agar tidak masuk tapi tingginya genangan menjadikan mereka pasrah dan akhirnya mengangkat perabotan danb arang-barang agar tidak terendam. Kondisi rumah yang tergenang banjir didesanya sampai sekarang masih ada yang terendam. Bahkan rumah penduduk berbentuk panggung juga tidak lupu dari genangan air. Di Desa Sungai Lipai air menggenang sepanjang 100 meter dijalan penghubung antar desa ke kabupaten. Begitu juga di Desa Subarak berdampak pada rakit penyeberangan warga tidak dapat difungsikan, "Aktivitas warga cukup terganggu, rakit penyeberangan tidak dapat difungsikan, " kata Kades Subarak Yuhardi. Kendati demikian, Masopian Kades Gunung Sahilan mengatakan bahwa kondisi banjir ini masih dalam kategori aman, masyarakat masih bertahan di pemukiman masing-masing. Menurut Dasman.M banjir belum begitu mengkhawatirkan, dan secara keseluruhan aktivitas warga masih berjalan normal, kecuali untuk memanen sawit dan menderes karet. "Banjir mulai datang sudah dua hari, sejak subuh minggu, hingga sekarang air masih tetap bertahan, setinggi bibir sungai, namun di desa lain ada yang sudah terendam seperti di Desa Subarak sebanyak 113 rumah, " jelasnya. Menghadapi kondisi itu, Dasman bersama perangkat kecamatan dan desa serta semua komponen masyarakat, berupaya semaksimal mungkin mengantisipasi kondisi yang memungkinkan lebih parah lagi. "Seluruh Kepala Desa dan pihak puskesmas sudah berkumpul melakukan rapat untuk mengatasi kondisi di desa masing-masing untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan dan saling bahu membahu membantu antar sesama dalam menghadapi banjir, " kata dia. Selain itu, Koramil Kampar Kiri dan Sat Pol PP telah siap siaga 24 jam mengevakuasi warga yang terkena banjir sewaktu waktu di butuhkan, walau belum perlu namun tenda darurat pengungsi sudah di didirikan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026