
BPS : IPM Padang Berkategori Sangat Tinggi
Jumat, 5 Mei 2017 19:02 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS), Sumatera Barat (Sumbar) mencatat angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2016 Kota Padang mencapai 81,06 atau masuk kategori sangat tinggi.
Pada 2015 IPM Padang 80,36, 2016 naik menjadi 81,36 dan dari semua kabupaten dan kota di Sumbar satu-satunya yang masuk kategori sangat tinggi hanya Padang, kata Kepala BPS Sumbar, Sukardi di Padang, Jumat.
Ia menjelaskan IPM manusia merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pemerintah dalam upaya membangun kualitas hidup manusia, yang juga merupakan salah satu komponen digunakan pemerintah dalam penentuan dana alokasi umum serta penghitungan dana insentif daerah.
IPM mengambarkan bagimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan lainnya, ujar dia.
Ia menerangkan IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar yaitu umur panjang dan hidup sehat atau angka harapan hidup saat lahir, pengetahuan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah serta standar hidup layak yang diukur dari pengeluaran per kapita.
Untuk Padang angka IPM bisa tinggi karena menjadi pusat ekonomi dan pendidikan serta akses layanan kesehatan yang terjangkau, lanjut dia.
Sukardi menyebutkan angka harapan hidup di Padang sudah mencapai 73,19 tahun, angka harapan lama sekolah 15,87 tahun, rata-rata lama sekolah 11,24 tahun serta pengeluaran per kapita Rp13.721.000 per tahun.
Terkait angka harapan lama sekolah yang telah mencapai 13,60 ia mengatakan artinya anak-anak usia 7 tahun di Padang memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka hingga lulus D1 atau D2.
Kemudian rata-rata lama sekolah 11,24 tahun hingga 2016 memiliki makna secara rata-rata penduduk Padang usia 25 tahun ke atas telah mengenyam pendidikan hingga kelas satu SMA.
Ia menambahkan capaian pembangunan manusia di suatu wilayah dikelompokkan kw dalam empat kategori yaitu sangat tinggi dengan angka di atas 80, kategori tinggi 70 sampai 80, kategori sedang 60 sampai 70 dan kelompok rendah dibawah 60.
Sebelumnya, Direktur Riset Indonesia Mendidik, Alpha Amirrachman, mengatakan pemerintah harus fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat.
"Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dan akan memiliki lapisan usia produktif terbesar pada 2045, tantangan ke depan tidak mudah. Oleh karena itu pemerintah harus fokus meningkatkan kualitas SDM," ujar Alpha.
Bahkan pencapaian 25 tahun terakhir, lanjut dia, walaupun menunjukkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia tapi tidak maksimal dikarenakan kesenjangan gender dan kualitas pendidikan serta rendahnya usia harapan hidup karena faktor kesehatan. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
