
Pemkab Berharap Masyarakat Berburu Tikus Setiap Minggu

Padang Aro, (Antara) - Pemerintahan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat berharap masyarakat di daerah itu melakukan berburu tikus setiap minggu untuk memutus perkembangannya. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Solok Selatan, Yul Amri didampingi Sekretaris Del Irwan, di Padang Aro, Rabu, mengatakan hama tikus dalam beberapa bulan terakhir kian menyerang tanaman padi petani daerah itu sehingga diperlukan upaya yang lebih intens dalam menanggulanginya, salah satunya adalah berburu tikus yang bisa dilakukan setiap minggu oleh petani. "Kesadaran masyarakat untuk memutus rantai kehidupan hama tikus ini harus lebih ditingkatkan karena dengan semakin berkembangnya hama tersebut maka yang semakin rugi juga masyarakat," sebut dia. Dia mengatakan, pada hari Sabtu (9/2) diagendakan berburu hama tikus di kawasan Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu, yang juga melibatkan pelajar. "Dalam perburuan tikus nanti juga akan melibatkan pelajar guna menumbuhkan kesadaran mereka sejak usia dini," ujar dia. Dia mengatakan, pada perburuan tikus tersebut akan dilakukan penyemprotan atau pengasapan lubang tikus dengan asap beracun, penyebaran racun dengan memakai umpan di area persawahan dan pembersihan lahan pertanian. "Tikus itu lebih banyak berada di dalam semak dan bukan di dalam lubang sehingga diperlukan pembersihan pematang," katanya. Sampai saat ini sudah sekitar 50 hektare lahan pertanian masyarakat di tiga kecamatan, yakni Sungai Pagu, Koto Parik Gadang Diateh dan Pauah Duo diserang hama tikus. Untuk Kecamatan Pauah Duo, katanya, sawah yang diserang hama tikus hanya sebagian atau yang berbatasan langsung dengan Sungai Pagu. Dia menambahkan, dalam memberantas hama tikus ini juga akan dilepaskan burung hantu sebagai predator alami. "Sekarang sedang dilakukan evaluasi dan bagaimana cara mendapatkan burung hantu tersebut dan diharapkan dengan cara ini perkembangbiakan tikus dapat ditekan serta mengurangi pemakaian bahan kimia," sebut dia. Dia menambahkan, selain tikus, hama yang saat ini menyerang tanaman padi masyarakat di Solok Selatan seperti burung dan tungro yaitu virus dari wereng hijau. (*/rik/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
