
Pemkot Padang Diminta Lakukan Tindakan Preventif DBD

Padang, (Antara Sumbar) - Ketua DPRD Kota Padang, Sumatera Barat, Erisman meminta pemerintah setempat melalui dinas terkait melakukan tindakan preventif terkait meningkatnya jumlah penderita demam berdarah dengue di daerah itu.
"Hendaknya melalui Dinas Kesehatan setempat dilakukan antisipasi terhadap DBD. Jangan ada kasus, baru ditindak," kata dia di Padang, Sabtu.
Apalagi, katanya, berdasarkan data dinas terkait terdapat 33 kasus DBD selama Januari 2017 sehingga perlu dilakukan tindakan preventif untuk menekan angka kemunculan kasus baru.
Ia mengatakan pemerintah tentu telah memetakan daerah-daerah rawan atau endemis terjangkit DBD di Kota Padang sehingga seharusnya mampu melakukan sosialisasi dan pembinaan lebih gencar dan berkelanjutan.
Ia menegaskan perlu ada pembinaan hidup sehat dan peduli lingkungan pada masyarakat setempat agar terhindar dari wabah DBD.
Kemudian, pemerintah perlu mengiringi tindakan-tindakan preventif tersebut dengan memenuhi sarana prasarana yang dibutuhkan secara maksimal.
"Untuk jajaran kesehatan di puskesmas bisa turun langsung ke lapangan dan merealisasikannya," ujarnya.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat setempat membersihkan lingkungan sekitar pemukiman dari hal-hal yang menjadi sumber berkembangnya jentik-jentik penyebab DBD.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani mencatat terdapat 33 kasus DBD pada Januari 2017 di daerah itu disebabkan kondisi cuaca tidak stabil dan curah hujan tinggi pada waktu-waktu tertentu.
Ia mengatakan kasus tersebut didominasi oleh tiga kecamatan yang merupakan daerah endemis DBD yakni Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Padang Timur.
"Jika terjadi peningkatan jumlah penderita DBD pada Februari 2017, maka akan dilakukan pengasapan atau fogging massal di daerah-daerah endemis DBD," ujarnya. (*)
Pewarta: Vicha Faradika
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
