Logo Header Antaranews Sumbar

Padang Maksimalkan Upaya Ciptakan 10.000 Wirausaha Baru

Rabu, 18 Januari 2017 17:28 WIB
Image Print
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah.

Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terus memaksimalkan upaya menciptakan 10.000 wirausaha baru yang ditargetkan tercapai pada awal 2018, termasuk melakukan kerja sama dengan perusahaan ritel fesyen ternama.

"Kami terus komitmen mewujudkan program unggulan ini termasuk kerjasama dengan perusahaan ritel fesyen muslim asal Bandung Elhijab," kata Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah di Padang, Rabu.

Ia menjelaskan untuk menciptakan 10.000 wirausaha baru di Kota Padang perlu sinergi berbagai pihak termasuk dengan perusahaan-perusahaan tertentu di daerah maupun luar daerah.

Kemudian pembinaan terhadap pelaku-pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga semakin dimaksimalkan melalui Dinas Koperasi dan UMKM setempat.

Begitu pula dengan binaan pada sejumlah pemilik toko di Kota Padang serta lapak binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus dimaksimalkan ke depannya, katanya.

Ia menerangkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) juga turut berperan besar dalam menghimpun dan membina para pengusaha muda di daerah itu dan perlu dioptimalkan.

"Tidak mungkin mewujudkan program ini sendiri, sehingga kerjasama berbagai pihak hendaknya dapat membantu pencapaian target," katanya.

Selain itu, jelasnya Pemerintah Kota Padang juga memaksimalkan percepatan pembangunan sarana dan prasarana pendukung perdagangan kota dan sentra ekonomi yang juga berimbas pada percepatan penciptaan wirausaha baru.

Berkaitan dengan kerja sama dengan perusahaan Elhijab, Pimpinan Elcorps yang menaungi Elhijab Elidawati mengatakan keberadaan pihaknya di Kota Padang untuk menjalankan misi kreasi bagi negeri dan berharap dapat turut berkontribusi dalam perkembangan ekonomi di daerah itu.

Apalagi, katanya pemerintah setempat memiliki program unggulan untuk menciptakan 10.000 wirausaha baru sehingga pihaknya dapat turut serta membantu perwujudan hal tersebut.

Sementara Anggota DPRD Kota Padang, Yendril menyebutkan program unggulan pemerintah kota dalam menciptakan 10.000 pengusaha belum terwujud sepenuhnya karena pelayanan perizinan terhadap pengusaha yang akan melakukan suatu usaha masih minim.

Ia menilai pelayanan perizinan untuk usaha belum maksimal, terkesan rumit serta membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan dalam kepengurusannya.

Ia mengatakan sulitnya kepengurusan melakukan usaha tersebut di antaranya pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan serta surat perizinan peruntukan bangunan.

Ia berharap pemerintah setempat dapat mempermudah pengusaha dalam menerbitkan surat izin terkait usaha dan hendaknya ada klasifikasi-klasifikasi usaha yang dilakukan pengusaha tersebut.

"Pelayanan ini masuk dalam program unggulan pemkot sehingga perlu dilaksanakan maksimal untuk kepentingan publik," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026