
Harga TBS di Pesisir Selatan Berangsur Naik
Selasa, 27 Desember 2016 13:45 WIB

Painan, (Antara Sumbar) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tingkat pekebun mandiri di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), berangsur naik menjadi Rp1.300 per kilogram.
Seorang pekebun asal Kecamatan Lengayang, Syafrijon di Painan, Selasa, mengatakan harga tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang 2016.
Menurutnya kenaikan harga itu cukup membawa angin segar bagi pekebun mandiri.
Ia menjelaskan harga terendah TBS bahkan mencapai Rp500 per kilogram, tentu saja hal itu tidak sebanding dengan ongkos produksi yang mereka keluarkan.
"Jika harga TBS anjlok kami serba salah, karena apabila dipanen dipastikan rugi namun jika tidak dipanen tentu semakin rugi," katanya.
Petani lain asal di Kecamatan Ranah Pesisir, Anto (45) mengaku bersyukur dengan harga TBS saat ini, ia dan petani lain hanya bisa berharap agar harga TBS bertahan minimal dihargai Rp1.000 per kilogram.
"Biasanya harga ini tidak bertahan lama bisa saja beberapa minggu lagi menjadi Rp800 per kilogram bahkan lebih rendah," tuturnya.
Terpisah, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menyebut harga TBS pada tingkat pekebun mandiri hingga saat ini memang belum stabil, pada saat tertentu bisa mahal dan juga bisa anjlok mendadak.
Menurutnya situasi tersebut terjadi karena jumlah perusahaan kelapa sawit yang ada tidak sebanding dengan luas lahan pekebun mandiri.
"Tentu saja dengan situasi saat ini tidak terjadi persaingan yang ketat sehingga harga TBS dipatok apa adanya," kata Hendrajoni.
Menurutnya secara keseluruhan luas kebun sawit pekebun mandiri di kabupaten itu mencapai 32,3 ribu hektare lebih yang tersebar di 11 kecamatan dan terdapat lima investor pengelola.
Ia mengaku terus membuka peluang bagi investor pengelola kelapa sawit yang berniat menanamkan modalnya. (*)
Pewarta: Agung Pambudi
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
