
Pemkab Pasaman Barat realiasikan PSR seluas 215 hektare

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat merealisasikan seluas 215 hektare program peremajaan sawit rakyat (PSR) dari 300 hektare target selama 2026.
"Target kita seluas 300 hektare. Hingga saat ini masih tercapai 215 hektare," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat Afrizal di Simpang Empat, Rabu.
Menurutnya lahan yang telah melakukan itu adalah KUD Bina Tani Sejahtera seluas 140 hektare dan KUD Silawai Jaya seluas 74 hektare.
'Target kita selama 2026 ini seluas 300 hektare akan melakukan peremajaan sawit bagi kelompok yang memperoleh program itu,," katanya.
Menurutnya anggaran kegiatan itu berasal dari Kementerian Pertanian melalui Badan Layanan Umum Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Ia mengatakan peremajaan tanaman kelapa sawit sangat penting dilakukan karena jika tanaman itu sudah berumur 25 tahun maka produktifitasnya akan menurun.
"Produksi tanaman satu hektare di umur di bawah 10 ton per tahun sehingga diperlukan peremajaan," katanya.
Pelaksanaan peremajaan sawit rakyat di Pasaman Barat dirasakan manfaatnya oleh para penerima atau petani dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit.
Dia menjelaskan Pasaman Barat memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 189.508 hektare berdasarkan data statistik dengan rincian luas perkebunan besar atau perusahaan seluas 62.574 hektare, luas perkebunan rakyat seluas 126.934 hektare.
Selanjutnya potensi untuk peremajaan sawit rakyat untuk Pasaman Barat seluas 126.934 hektare.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
