
BPBD Agam Catat 123 Bencana Sepanjang 2016
Kamis, 8 Desember 2016 06:54 WIB

Lubuk Basung, (Antara Sumbar) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat sebanyak 123 peristiwa bencana terjadi di daerah setempat sepanjang 2016.
"Bencana yang terjadi berupa tanah longsor, banjir, angin kencang, orang hilang, abrasi pantai, disambar petir, orang tenggelam, dan pohon tumbang," kata Kepala BPBD setempat Bambang Warsito di Lubuk Basung, Kamis.
Ia menyebutkan peristiwa bencana itu terjadi di 15 dari 16 kecamatan di Kabupaten Agam, dengan kerugian sekitar Rp2.231.500.000.
Bencana di Kecamatan Banuhampu sebanyak dua kejadian dengan kerugian Rp25 juta, Kecamatan Ampek Koto 13 kejadian, Kecamatan Tanjung Raya 18 kejadian dengan kerugian Rp110 juta.
Sementara di Kecamatan Ampek Nagari sebanyak tiga kejadian dengan kerugian Rp80 juta, Kecamatan Tanjung Mutiara 20 kejadian dengan kerugian Rp1.095.000.000.
Lalu, Kecamatan Lubuk Basung 18 kejadian dengan kerugian Rp95 juta, Kecamatan Matur sebanyak delapan kejadian, Kecamatan Tilatang Kamang tiga kejadian, Kecamatan Baso tiga kejadian.
Sedangkan di Kecamatan Palupuh empat kejadian dengan kerugian Rp50 juta, Kecamatan Sungai Pua sebanyak tiga kejadian.
Kemudian Kecamatan Canduang lima kejadian, Kecamatan Ampek Angkek dua kejadian, Kecamatan Malalak sembilan kejadian dan Kecamatan Pelembayan 12 kejadian dengan kerugian Rp131 juta.
"Bencana ni mengakibatkan empat warga meninggal dunia akibat tenggelam, tertimpa pohon dan disambar petir. Hanya satu kecamatan yaitu Kecamatan Kamang Magek yang tidak terkena bencana pada tahun ini," katanya.
Ia menambahkan pada 2015 terjadi sebanyak 90 kejadian bencana alam di daerah itu dengan kerugian sekitar Rp1.232.836.100.
Dengan kondisi ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan agar bencana tidak menelan korban jiwa dan harta.
Ini mengingat 16 kecamatan di Agam merupakan daerah rawan bencana longsor, banjir, tsunami, gempa bumi, erupsi gunung merapi dan lainnya.
"Kita telah memberikan simulai kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana, menyiapkan anggota selama 24 jam dan peralatan," katanya.
Anggota DPRD Agam Jondra Marjaya berharap dinas terkait memberikan sosialisasi dan simulasi kepada warga yang berada di daerah rawan bencana alam.
Dengan cara ini maka mereka melakukan langkah-langkah dan menyelamatkan diri saat terjadinya bencana alam itu. "Ini yang kita harapkan sehingga mereka tidak panik saat bencana alam melanda daerahnya," katanya. (*)
Pewarta: Yusrizal
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
