Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Dharmasraya Gelar Apel Gerakan Nusantara Bersatu

Rabu, 30 November 2016 12:08 WIB
Image Print
Bupati Dharmasraya Sutan Riska. (Antara)

Pulau Punjung, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menggelar apel Gerakan Nusantara Bersatu guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia, Rabu.

Tiap peserta apel mengenakan pengikat kepala berwarna merah putih sebagai tanda bahwa masyarakat Indonesia adalah satu yang tidak dapat dipisahkan oleh suku, agama, ras, dan antargolongan.

Gelar Apel Nusantara Bersatu dihadiri Dandim 0310/SSD Letkol Inf Zusnan Hadi Hudaya, Kapolres Dharmasraya AKBP Lalu Muhammad Iwan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dharmasraya, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh SKPD.

Bupati Sutan Riska dalam amanatnya, mengajak segenap elemen masyarakat termasuk umat Islam agar senantiasa mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan kelompok, suku, agama, dan antargolongan.

Dia berharap seluruh komponen masyarakat tetap menjaga perdamaian, ketentraman, serta mempererat persatuan dan kesatuan bangsa disaat stabilitas negara tengah digoyang.

Menurutnya perbedaan bukan berarti berpecah, justru di situlah momen untuk menumbuhkan persatuan dan kesatuan untuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai cerminan ke Bhinneka Tunggal Ika sekaligus ciri khas bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain.

"Acara ini untuk memupuk rasa nasionalisme, kesatuan dan persatuan karena Indonesia adalah milik kita bersama," ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0310/SDD Letkol Inf Zuznan Hadi Hudaya mengemukakan hikmah yang dapat diambil dari kegiatan tersebut bahwa masyarakat tidak boleh dipecah belah dari merah putih sebagai pertanda masyarakat adalah satu.

"Merah putih hari ini adalah kita sama, apapun itu suku, agama, budayanya. Kita adalah NKRI," tegasnya.

Menurut dia, pemerintah dalam hal ini TNI bersama Polri akan terus melakukan berbagai upaya agar daerah tidak digoyang oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin melemahkan bingkai NKRI. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026