
Tiongkok Gandeng Sembilan Negara Garap Pariwisata JSM
Senin, 14 November 2016 10:43 WIB

Fuzhou, Tiongkok, (Antara Sumbar) -Tiongkok dan sembilan negara menggarap pariwisata di sepanjang Jalur Sutra Maritim (JSM) abad 21, guna meningkatkan kerja sama serta jumlah kunjungan wisatawan antara kedua pihak.
"Fuzhou, adalah kota penghubung dengan beragam keunikan antara Tiongkok dengan sejumlah negara, di sepanjang jalur sutra maritim," kata Wakil Gubernur Fujian Huang Qiyu, terkait peluncuran kerja sama tersebut serangkaian Festival kedua Internasional Pariwisata JSM Abad 21 di Fuzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok, Minggu malam.
Peluncuran "9+9 International Tourism City Cooperation Association" tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen kesepakatan antara sembilan kota di Tiongkok dan sembilan negara yang berada di sepanjang jalur sutra maritim abad 21.
Sembilan kota di Tiongkok tersebut adalah Fuzhou, Guangzhou, Nanjing, Ningbo, Yangzhou, Beihai, Quangzhou, Zhangzhou dan Penglai. Sedangkan sembilan negara yang berpartisipasi adalah Australia, Siprus, Uni Emirat Arab, Thailand, Yunani, Kanada, Malta, dan Korea Selatan.
Huang Qiyu berharap kesepakatan tersebut dapat menjadi landasan kuat bagi Tiongkok dan sejumlah negara untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya di sektor ekonomi dan budaya, pariwisata, di sepanjang jalur sutra maritim.
Huang Qiyu mengatakan industri pariwisata memegang peranan penting untuk membangun perekonomian Tiongkok dan negara lainnya.
"Karena itu melalui kesepakatan kerja sama ini, diharapkan kita dapat terus merevitalisasi kegiatan pariwisata bagi kepentingan serta keuntungan bersama," katanya.
Anggota Forum Pariwisata Uni Emirat Arab-Tiongkok Mohammad Mousa mengatakan visi JSM akan memberikan keuntungan bagi Tiongkok dan negara-negara di sepanjang jalur tersebut.
"Ini merupakan hal yang sangat tepat bagi kedua pihak untuk saling mendukung, saling bekerja sama yang saling menguntungkan. Kami membutuhkan Tiongkok, sama seperti mereka juga ingin bersama Uni Emirat Arab," katanya.
Untuk menjaring turis Tiongkok sejak 2015 pihaknya telah memberikan bebas visa dan tercatat kedatangan wisawatan Negeri Panda ke Uni Emirat Arab sebanyak 450 ribu atau naik 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal senada diungkapkan Manajer Regional Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Kanada Barbara Sutherland yang mengatakan,"melalui kerja sama ini, kita dapat saling menguntungkan satu sama lain".
Ia menambahkan, melalui kerja sama ini pula kedua pihak dapat saling belajar mengembangan industri pariwisata secara lebih maju tidak sekadar pengembangan destinasi, tetapi juga pemanfaatan teknologi informasi, agen perjalanan dan sebagainya.
"Dunia berkembang semakin secepat makan kerja sama ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang juga semakin beragam, termasuk dalam industri pariwisata," kata Sutherland.
Hadir pada acara pembukaan Festival Kedua Internasional Pariwisata JSM perwakilan negara sahabat di Tiongkok, termasuk Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Soegeng Rahardjo, perwakilan sembilan pemerintah daerah di Tiongkok, perusahaan pelaku industri pariwisata dan biro perjalanan wisata. (*)
Pewarta: Rini Utami
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
