Logo Header Antaranews Sumbar

Wako: MTQ untuk Hidupkan Siar Keagamaan

Rabu, 2 November 2016 21:34 WIB
Image Print

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Wali Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), M Ramlan Nurmatias mengatakan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 yang segera digelar di daerah itu bertujuan untuk menyemarakkan siar keislaman.

"MTQ bukan hanya sebuah lomba kemudian pesertanya meraih prestasi, namun MTQ memiliki tujuan lebih penting yakni menghidupkan siar Islam," katanya di Bukittinggi, Rabu.

MTQ tingkat Kota Bukittinggi akan diselenggarakan pada 5 hingga 7 November 2016 dan dipusatkan di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS).

Ia menerangkan, pembukaan kegiatan keagamaan itu akan dilaksanakan di pelataran objek wisata Jam Gadang agar dapat diketahui dan disaksikan oleh masyarakat dan wisatawan daerah itu.

"Hanya pembukaan saja yang dilaksanakan di Jam Gadang dan sebelumnya didahului oleh pawai taaruf dari Lapangan Kantin menuju Jam Gadang, agar masyarakat tau bahwa kegiatan itu sedang dilaksanakan untuk kemudian dapat ikut menyaksikan di beberapa lokasi di kecamatan MKS," jelasnya.

Ramlan menerangkan pihaknya melibatkan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) untuk membina qori dan qoriah di daerah itu.

"Pengurus LPTQ kami dorong agar dapat membina anak-anak yang sudah tamat Alquran lalu mengadakan kegiatan keagamaan yang dapat menumbuhkan semangat anak membaca Alquran," lanjutnya.

Camat MKS Emil Achir mengatakan MTQ akan diikuti oleh 246 peserta dengan rincian 80 peserta dari Kecamatan MKS, 88 peserta dari Kecamatan Guguk Panjang dan 78 peserta dari Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh.

"Kami menyiapkan tujuh lokasi, lima di antaranya masjid, lalu Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Syukra Ipuah dan aula kecamatan MKS untuk pelaksanaan kegiatan ini," jelasnya.

Lima masjid yang akan menjadi lokasi kegiatan yaitu Masjid Raudatul Jannah, Masjid Baburrahman Luak Anyia, Masjid Jami Mandiangin, Masjid Alfurqan Sarojo dan Masjid Nurul Wathan Gulai Bancah.

Sementara, Ketua I LPTQ setempat M Nur mengatakan pelaksanaan MTQ mengandung nilai pendidikan dan nilai kepariwisataan.

"MTQ ini kegiatan penting, ada nilai edukatif di dalamnya di mana anak dapat mempelajari, memahami dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan dan nilai kepariwisataan di mana diharapkan akan banyak warga yang datang untuk menyaksikan kegiatan tersebut," jelasnya.

Ia optimistis kegiatan itu dapat berlangsung semarak dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam dan melahirkan qori dan qoriah berprestasi. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026