
Potensi PLTMH Sumbar Menunggu Investor
Kamis, 8 September 2016 20:51 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Sekitar 749 Mega Watt (MW) potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) di Sumatera Barat (Sumbar), belum tergarap, menunggu investor menanamkan modalnya.
"Sekarang yang tergarap baru 63 titik dengan kapasitas 351 MW. Sementara potensi kita diperkirakan 1100 MW. Masih ada 749 MW lagi yang belum tergarap," jelas Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Heri Martinus di Padang, Kamis.
Ia merinci, dari 63 titik PLTMH itu, tiga diantaranya telah beroperasi dengan kapasitas 11,7 MW masing-masing di Lubuk Gadang Kabupaten Solok Selatan, Manggani Kabupaten Limapuluh Kota dan Lubuk Sao II di Kabupaten Agam.
Sedangkan empat titik dalam tahap konstruksi dengan kapasitas total 25 MW, masing-masing di Guntung Kabupaten Agam, Induring Kabupaten Pesisir Selatan, Lintau I di Kabupaten Tanah Datar, Sangir Hulu di Kabupaten Solok Selatan.
Sementara sembilan titik lainnya masih menunggu pendanaan dengan kapasitas energi listrik yang dihasilkan 43 MW. Sisanya sembilan titik lagi masih pematangan kontrak dengan kapasitas 44 MW, dan 38 lain yang telah memegang izin prinsip dengan kapasitas 226 MW, jelasnya.
Titik-titik itu menurutnya tersebar di Pesisir Selatan, Solok, Pasaman, Pasaman Barat, Tanah Datar, dan Solok Selatan.
Heri menjelaskan, energi listrik yang dihasilkan nantinya akan dibeli oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan harga yang telah ditentukan. Di Sumbar, PLN memakai harga beli US$ 7-8 sen per kWh.
Sebenarnya ada pengusaha PLTMH yang mengeluh terkait harga beli PLN yang dinilai rendah. Padahal Kementerian ESDM melalui Permen ESDM 19 tahun 2015 telah menetapkan harga beli listrik PLN US$ 9-12 sen. Tapi PLN juga mengeluarkan harga sendiri. Kita imbau investor untuk tidak berkecil hati, karena kemungkinan ada penyesuaian, terangnya.
Menurutnya, agar seluruh potensi terkelola, Pemerintah Provinsi Sumbar gencar melakukan promosi pada invetor listrik dengan menjanjikan kemudahan perizinan dalam menanamkan modalnya. (*)
Pewarta: Miko Elfisha
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
