Logo Header Antaranews Sumbar

Tim Pendamping Harus Dekat dengan Dampingan

Minggu, 4 September 2016 21:32 WIB
Image Print
Kepala Dinas KUMKM Sumbar Zirma Yusri dan Kasi Penyelenggara UPTD Balatkop Sumbar Syamsurizal diapit para tenaga pendamping UMKM dari Dinas KUMKM Sumbar. Totalitas UMKM, dikatakan oleh Zirma Yusri, mencakup komunikasi dan kedekatan hubungan yang baik dengan UMKM dampingan. (cc)

Padang (Antarasumbar) Tim pendamping bukan hanya sekadar memberi masukan perihal manajemen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di jam-jam kerja, tapi perlu menjalin kedekatan dengan UMKM dampingannya.

Tenaga pendamping UMKM bekerja dengan maksimal meskipun tidak memiliki jam kerja seperti pegawai negeri, dan ini termasuk dalam mendekatkan diri dengan UMKM dampingan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Zirma Yusri, didampingi oleh Kasi Penyelenggaran UPTD Balatkop Sumbar Syamsurizal saat melakukan evaluasi kinerja tenaga pendamping UMKM baru-baru ini di Aula Balatkop Sumbar, Padang.

Pendamping harus yakin dalam bekerja. Total itas dikerahkan dalam kegiatan pendampingan. Bangun komunikasi yang baik dengan dampingan. Jangan hanya berpikir sebatas pendamping, tapi juga sebagai konsultan UMKM. Anda semua sudah bisa dikatakan sebagai konsultan UMKM, kata Zirma menyemangati 49 tenaga pendamping UMKM Dinas KUMKM Sumbar pagi itu.

Ditambahkan oleh Kasi Penyelenggaran UPTD Balatkop Sumbar Syamsurizal, kinerja para tenaga pendamping UMKM bisa diukur jelas dari laporan yang diberikan. Bukan hanya itu, Balatkop Sumbar juga memiliki sistem penilaian tertentu yang bisa menunjukkan indikator kemajuan progress kegiatan pendampingan yang dijalankan.

Para tenaga pendamping harus sadar. Meskipun mereka tidak bekerja dalam jam kerja yang tetap, keberhasilan kemajuan UMKM dampingan juga dipengaruhi oleh totalitas kinerja mereka. Jangan setengah hati menjalankan pendampingan. Tenaga pendamping sangat dibutuhkan pemerintah. Apalagi ke depan, pemerintah akan terus melakukan perampingan dengan mengurangi jumlah pegawai. Tenaga-tenaga seperti fasilitator dan pendampinglah yang dibutuhkan, tutur Syamsurizal.

Diungkapkan juga, salah satu target pendampingan nantinya adalah untuk mengapungkan UMKM-UMKM unggulan masing-masing tenaga pendamping.
Salah seorang tenaga pendamping, Mulyadi (39), tenaga pendamping untuk Kabupaten Agam, menyampaikan keinginan menyambut harapan Dinas. Kami di Agam berusaha maksimal melakukan pendampingan. Untungnya, di sini ada forum UMKM, sehingga Kami bisa mensinergikan kerja pendampingan yang Kami lakukan. Alhamdulillah UMKM-UMKM dampingan Kami menyatakan sangat terbantu dengan pendampingan yang dilakukan, ujar dia.

Mulyadi sendiri per Agustus telah melakukan pendampingan terhadap 50 UMKM di Kabupaten Agam. Sementara rekannya, Febi, telah melakukan pendampingan terhadap 30 UMKM di Kabupaten Agam. Adapun kendala yang mereka hadapi, diakui Mulaydi, tidak membuat para tenaga pendamping di Agam patah semangat.

Sementara, salah seorang tenaga pendamping lainnya, Iskandar (38), yang memiliki UMKM dampingan sebanyak 20 UMKM, menyatakan bahwa kehadiran tenaga pendamping di daerah dampingannya, Kabupaten Pasaman, disambut positif oleh UMKM-UMKM dampingan.
Kendalanya hanya waktu yang kadang kali tidak sesuai dengan jadwal dampingan yang telah ditetapkan. Namun, Kami di Pasaman tetap berusaha maksimal melakukan pendampingan. Iskandar menyatakan, UMKM-UMKM di Kabupaten Pasaman memang sangat membutuhkan pendampingan. Pengembangan UMKM di Pasaman belum maksimal. Inilah salah tugas Kami, membantu UMKM mengembangkan diri, ujarnya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026