
ISNU Kabupaten Sijunjung Terbentuk

Sijunjung (Antara) Ikatran Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) merupakan salah satu organisasi sayap dari organisasi keagamaan NU yang tersebar diberbagai daerah, dan wadah berhipunnya para lulusan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Buktinya sekitar 40 sarjana yang punya basis NU dengan latar belakang perguruan tinggi berbeda berkumpul di Masjid Babussalam, Sungai Langsek, Kapubaten Sijunjung, Minggu, 21 Agustus 2016.
Sarjana NU dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sijunjung itu berkumpul dalam pembentukan dan pemilihan organisasi, karena ingin berkiprah di NU sebagaimana telah dilakukan oleh para orangtua mereka. Hanya mereka bertanya di bidang mana mereka akan melakukan itu.
Pada kesempatan itu, hadir para Pengurus Cabang NU Kabupaten Sijunjung Ketua Buya Bustamam Habib, Sekretaris Pebriyaldi SH.MH, Ust. Nofriadi Zulka Syafii, Khatib Lindo Karsya.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU, Buya Bustamam Habib mengatakan bahwa setelah PCNU melaksanakan Training of Trainer di Kabupaten Sijunjung mulai nampak potensi SDM NU di daerah.
Untuk itu, PCNU ingin memanfaatkan potensi SDM NU itu untuk membesarkan organisasi keagamaan ini di daerah.
"Dari potensi SDM itu adalah para sarjana yang memiliki latar belakang disiplin ilmu yang berbeda. Oleh karena itu, PCNU memfasilitasi dan menghimpun kekuatan sarjana NU di satu wadah, dan wadah yang ada di NU
adalah ISNU," ucapnya.
PCNU berharap sarjana NU Kabupaten Sijunjung bisa membentuk kepengurusan ISNU yang bisa dijadikan sebagai wadah berkiprah mereka dalam membesarkan NU.
Dalam kesempatan inipun PCNU berharap agar Ketua PW ISNU Sumatera Barat bisa mendukung dan mengapresiasi secara lebih jauh tentang ISNU hingga memotivasi kader sarjana NU Sijunjung bisa membentuk dan membawa NU kepada posisi yang lebih baik lagi.
Ketua ISNU Kabupaten Sijunjung terpilih Fadhlur Rahman Ahsas, S.Pd. menyampaikan bahwa masa depan NU selain ditopang oleh pesantren sebagai basis dasar juga akan ditopang oleh para sarjana yang akan menjadi tulangpunggung pergerakan NU ke depan.
Terkait, pada masa sekarang sudah banyak santri yang menjadi sarjana, yang harus dimanfaatkan sesuai dengan bidang keilmuannya.
Oleh karena itu, semua jalur harus digunakan untuk kebesaran NU bukan hanya masalah agama saja.
Ia menambahkan, masa sekarang, sarjana NU berserakan dan itu merupakan potensi terpendam yang harus disatukan untuk menggerakan dan membesarkan NU.
Harus ada sesuatu yang membuat para sarjana NU termotivasi untuk berkumpul. Jika sarjana berkumpul dan berhimpun dalam satu organisasi maka kita bisa saling menyapa dan membantu, yang besar menguatkan dan membesarkan yang kecil, dan yang besar semakin kuat, ujarnya.
"ISNU di Kabupaten Sijunjung terbentuk, saya sangat bangga. Sebab, dengan terbentuknya ISNU, memberikan harapan baru bahwa faham ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) akan terus ditanamkan kepada masyarakat, khususnya pada ranah Lansek Manih" katanya.
Menurut dia, NU bukan hanya sebatas organisasi seperti partai politik atau organisasi lainnya. Tetapi NU merupakan jalan kehidupan. NU membimbing dan mengarahkan manusia kepada jalan kebenaran. Mengabdi di
NU tidak akan sia-sia dan tidak akan rugi.***
Pewarta: Matius Aciak-Fadhlul
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
