
Banjir Rendam Empat Nagari di Dharmasraya

Pulau Punjung, (ANTARA) - Akibat hujan lebat yang mengguyur Dharmasraya, Sumatera Barat semenjak Minggu (27/1) hingga Senin pagi, mengakibatkan ratusan rumah di empat nagari (desa adat) yang ada di Kecamatan Timpeh terendam banjir. Empat nagari yang terendam banjir adalah kenagaraian Tabek, Panyubarangan, Timpeh dan Ranah Palabi. Menurut salah seorang warga Timpeh, Maulana(32), banjir ini terjadi disebabkan karena Kecamatan Timpeh diguyur hujan sejak Minggu malam sekitar pukul 21.00 Wib dan tidak berhenti hingga Senin pagi. Masyarakat baru mengetahui pemukimannya terendam banjir pada Seni pagi dan beramai-ramai mengungsi . Wali Nagari Panyubarangan, Bakri mengatakan, meski tidak ada korban jiwa akibat banjir ini, namun kerugian materil yang dialami warga cukup besar. Selain merendam rumah dan isinya, banjir juga merusak perkebunan milik masyarakat, sebab masyarakat disana sebagian besar bermata pencarian kebun kelapa sawit. Dia menambahkan, saat ini pihaknya belum berencana mengajukan bantuan kepada pemda setempat ataupun pihak lain, karena banjir seperti ini sudah menjadi hal biasa karena selalu datang setiap tahun sehingga masyarakat sudah maklum. "Kami belum berencana mengajukan bantuan, sebab banjir seperti ini sudah setiap tahun terjadi. Jadi masyarakat sudah paham, namun demikian agar banjir tidak semakin membesar antisipasi dari masyarakat juga tetap dilakukan, seperti mengungsi," ujarnya. Bakri berharap kepada Pemkab Dharmasraya segera melakukan normalisasi sungai Batang Timpeh yang membelah Kecamatan Timpeh. Jika tidak segera dinormalisasi, sebut dia, banjir seperti ini akan selalu terjadi setiap tahunnya. "Banjir tersebut baru terjadi dalam empat tahun terakhir, sebelumnya tidak pernah terjadi," kata dia. Menurutnya, kondisi ini diperparah dengan maraknya penembangan hutan di sekitar hulu sungai Batang Timpeh yang menyebabkan tidak adanya lagi penyangga air, termasuk keberadaan perusahaan swasta seperti PT BAS yang saat ini beroperasi juga menebang kayu untuk operasionalnya. Kepala BPBD Dharmasraya, Suwanedi mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan personel ke lokasi banjir yang dilengkapi dengan perlengkapan untuk membantu masyarakat korban banjir. "Yang jelas kita bantu dulu yang sifatnya darurat, sementara bantuan lain akan kita upayakan selanjutnya," ujarnya. Ditambahkannya, dari luas wilaya kecamatan Timpeh, terdapat dua jorong yang paling parah terendam, yakni Jorong Tabek Maju dan Tabek Jaya, dengan rata-rata ketinggian air mencapai dua meter. " Kendati banjir kali ini tidak separah pada 2012, namun kami dari BPBD akan bersiaga sampai air surut," katanya. Pantau di lapangan, banjir bukan saja merendam rumah, tapi juga perkebunan milik masyarakat. Mereka beramai-ramai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman sambil membawa perabotan dan keperluan seadanya. Di lokasi tersebut juga terlihat beberapa orang angota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersiaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kalau sewaktu-waktu hujan masih datang kembali. (*/cpw/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
