
Akses Jalan Sungai Pisang Putus Dua Hari
Minggu, 19 Juni 2016 13:35 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Akses jalan menuju ke Sungai Pisang Kelurahan Teluk Kabung Selatan Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang Provinsi Sumatera Barat terputus karena tertutup longsor selama dua hari berawal pada Kamis (16/6) sekitar pukul 18.00 WIB.
"Jalan tertutup longsor sejak sejak Kamis. Namun pada pagi ini sudah bisa diakses kembali berkat gotong-royong sesama masyarakat," kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kelurahan setempat Septimal (45), di Padang, Minggu.
Dia menuturkan, titik longsor yang terdapat pada jalan sepanjang 7 kilometer dari jalan raya itu, sebanyak 11 titik, yaitu titik besar sebanyak 5 titik dan titik kecil 6 titik.
"Kategori besar adalah longsor yang menutup jalan, sementara yang kecil tidak menutupi secara total. Rata-rata pada lima titik besar itu tanah yang menutupi jalan sepanjang 3 meter, dengan tinggi 15-20 meter," katanya lagi.
Ia mengatakan kejadian itu membuat warga kesusahan, mengingat jalan yang tertimbun tersebut adalah akses satu-satunya bagi sekitar 400 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Sungai Pisang, untuk keluar menuju jalan raya.
Septimal juga menyatakan bahwa pembersihan material longsor itu dilakukan oleh masyarakat secara gotong-royong, dengan mengusahakan alat berat yang ada.
"Kejadian longsor pada Kamis, sampai Jumat tidak ada tindakan, akhirnya pada Sabtu diusahakan untuk menggunakan alat berat ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap Teluk Sirih yang berjarak sekitar 6 kilometer dari lokasi, serta alat berat mini milik pengembang yang sedang membangun rumah di dekat Sungai Pisang. Saya yang mengusahakan alat itu," katanya lagi.
Sedangkan mesin pemotong kayu (chain saw) yang digunakan adalah milik warga setempat, termasuk juga tenaga yang ikut serta melakukan pembersihan material. Pengerjaan itu akhirnya diselesaikan pada Sabtu (18/9), sekitar pukul 15.00 WIB.
"Untuk operasional pembersihan itu, d idalamnya termasuk bahan bakar minyak serta biaya operator alat habis sekitar Rp1.200.000. Terpaksa menggunakan uang secara swadaya," katanya pula.
Alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) sampai ke lokasi pada Sabtu (18/9) sekitar pukul 17.00 WIB. Pada Minggu (19/6) pagi, jalan sudah bisa dilalui kembali.
Warga setempat Retnawati (37) mengatakan terputus akses jalan satu-satunya itu membuatnya kesulitan dalam mencari bahan makanan serta barang dagangan ke pasar.
"Di sini karena jaraknya dengan pasar jauh, warga sekitar membeli kebutuhan harian di kedai-kedai yang ada. Sementara kedai-kedai biasanya berbelanja sekali dalam dua hari, termasuk kedai saya," katanya pula.
Hanya saja, ujar dia, karena terputus akses jalan itu akhirnya menggunakan jalur laut untuk berbelanja barang ke Pasar Gaung.
Hanya saja itu memerlukan biaya lebih besar dibandingkan dengan jalur darat.
"Menggunakan kapal kemarin pengeluaran sebesar Rp120.000, biaya itu pun sudah dibantu oleh pemilik lain yang menitip. Kalau menggunakan jalur darat biasanya hanya Rp50.000 untuk pulang dan pergi," kata dia.
Ia mengatakan jalur darat tersebut menumpang dengan mobil jenis bak terbuka milik warga setempat yang kebetulan juga pergi ke pasar, mengingat tempat yang biasa dijadikan titik menuju Pulau Pasumpahan itu belum terdapat transportasi umum.
Selain menyulitkan warga Sungai Pisang untuk keluar, jalan yang terputus juga menyulitkan warga dari luar yang ingin menuju Sungai Pisang. Salah satunya Erman (34) warga Timbalun Kecamatan Bungus Teluk Kabung.
"Saya menangkap ikan dengan sebuah kapal yang ada di sini. Sudah dua hari tidak melaut karena jalan menuju ke sini tertutup longsor," ujarnya pula.
Pada bagian lain, Sungai Pisang masuk dalam Kelurahan Teluk Kabung Selatan yang berjarak sekitar 20 km dari pusat Kecamatan Teluk Kabung.
Untuk mencapai tempat tersebut, dari Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Sumatera Barat dengan Bengkulu, tepatnya Jalan Raya Padang-Painan, masuk sejauh 7 km.
Jalan yang sebagian masih berupa batu dan tanah tersebut, memiliki kontur jalan yang naik turun mengikuti alur perbukitan. Pada Minggu sekitar pukul 11.00 WIB, keadaan jalan masih licin setelah terjadi longsor.*
Pewarta: Fathul Abdi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
