
Warga Pesisir Selatan Tingkatkan Kewaspadaan Pascagempa
Kamis, 2 Juni 2016 21:07 WIB

Painan, (Antara Sumbar) - Sejumlah warga di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), meningkatkan kewaspadaan pascagempa berkekuatan 6,5 Skala Richter melanda daerah itu pada Kamis pukul 05.56 WIB.
"Malam ini kewaspadaan kami tingkatkan karena gempa susulan bisa saja terjadi," kata seorang warga Kecamatan Lengayang, Nal (35) di Painan.
Meningkatkan kewaspadaan, menurutnya dilakukan dengan menyiagakan sepeda motor dan barang-barang yang dianggap penting.
Hal itu, tambahnya akan memudahkan proses evakuasi apabila terjadi gempa yang berisiko tsunami.
Warga lain, di Kecamatan Sutera, Saparudin (50) melakukan hal serupa ia juga telah menyiapkan barang-barang yang dianggap penting untuk mempermudah proses evakuasi.
"Kalau ketinggian bisa kami capai dalam waktu seperempat jam, namun apabila tidak ada persiapan tentu memakan waktu lebih lama," terangnya.
Ia berharap pemerintah cepat memberikan informasi apabila terjadi gempa, apakah berpotensi tsunami atau tidak.
"Kami butuh informasi itu secepatnya maklum pemukiman kami begitu dekat dengan laut, bahkan deburan ombak bisa kami dengar dari sini," ujarnya.
Sementara itu, Pakar gempa Universitas Andalas (Unand) Padang, Badrul Mustafa menilai gempa yang mengguncang daerah itu pada Kamis pagi dengan episentrum 79 kilometer arah Barat daya Pesisir Selatan punya kemiripan dengan gempa 30 September 2009.
"Gempa tadi pagi terjadi akibat subduksi lempeng Indo Australia dengan Eurasia, polanya sama dengan gempa 30 September 2009 tapi terjadi di segmen yang berbeda," kata dia.
Ia menduga gempa yang terjadi Kamis pagi merupakan pelepasan energi sisa karena setelah kejadian tidak ada gempa susulan yang siginifikan.
"Kalau gempa pada lokasi baru biasanya akan diikuti susulan dengan skala hingga tiga hingga lima Skala Richter usai kejadian pertama," ujarnya. (*)
Pewarta: Didi Someldi Putra
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
