Logo Header Antaranews Sumbar

Kementerian ESDM Targetkan Penghematan Energi 35 Persen

Senin, 30 Mei 2016 17:32 WIB
Image Print

Padang, (Antara Sumbar) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan penghematan energi listrik di Tanah Air hingga 35 persen karena saat ini pemakaiannya masih tergolong boros.

"Ada dua cara yang dilakukan untuk mewujudkannya, pertama diversifikasi energi dari fosil kepada energi terbarukan dan konservasi agar pemakaiannya lebih tepat guna," kata Kasubdit Bimtek dan Kerja Sama Konservasi Energi Kementerian ESDM Arief Heru Kuncoro di Padang, Senin.

Ia menyampaikan hal itu usai membuka kompetisi hemat energi yang bertajuk Ajang Prestasi Pahlawan Hemat Energi 2016 diikuti 1.000 pelajar SD di Padang.

Ia menjelaskan untuk diversifikasi energi akan terus dikembangkan sumber energi baru yang lebih ramah lingkungan, seperti matahari, angin, air, dan panas bumi.

"Sedangkan konservasi energi dilakukan dengan penghematan pada seluruh sektor mulai dari rumah tangga hingga industri," ujarnya.

Selain itu, upaya yang dilakukan adalah menyosialisasikan budaya hemat energi kepada pelajar sejak dini agar menjadi gaya hidup sehari-hari setelah dewasa.

"Ini penting karena jika dilakukan secara masif maka pelajar akan memahami keutamaan penghematan energi, apalagi mengubah kebiasaan tersebut tidak mudah dan harus sejak dini," katanya.

Kementerian ESDM juga telah membagikan modul hemat energi kepada pramuka yang diharapkan dapat menjadi acuan dan kebiasaan rutin.

Hemat energi dimulai dari hal sederhana, seperti mematikan lampu saat ke luar ruangan, mematikan televisi saat tidak digunakan, mencetak kertas bolak-balik, serta mematikan pendingin ruangan saat tidak di ruangan.

Selain itu, Kementerian ESDM juga melakukan standarisasi peralatan elektronik berupa lampu dan pendingin ruangan agar lebih hemat listrik.

"Ke depan akan dilakukan labelisasi peralatan hemat energi yang akan jadi acuan bagi konsumen untuk menggunakannya," kata dia.

Pejabat Dinas Pendidikan Kota Padang Prima Ayunaldi mengatakan saat ini, semua kepentingan bergantung pada energi oleh sebab itu harus dihemat agar tetap dapat dipakai pada masa mendatang.

"Para pelajar harus dididik menjadi agen penyelamat lingkungan sehingga mereka akan terbiasa dengan perilaku hemat energi," katanya.

Ia mengatakan di Padang telah dilakukan sosialisasi hemat energi di kalangan pelajar dengan menyebarkan pesan-pesan hemat energi. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026