
Bupati: Pecandu Narkoba Ibarat Orang Sakit
Selasa, 10 Mei 2016 08:46 WIB

Padang Aro, (Antara) - Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Muzni Zakaria menyebutkan pecandu narkoba ibarat orang yang sakit sehingga perlu disembuhkan.
"Mereka (pecandu) ibarat orang sakit sehingga harus diobati, kita harus bantu memperbaikinya," katanya di Padang Aro, Selasa.
Untuk itu, tambahnya, dirinya meminta kepada masyarakat yang mengetahui anggota keluarganya menjadi seorang pengguna narkoba, untuk segera melakukan rehabilitasi.
Pemerintah, ujarnya, akan memprogramkan pelaksanaan tes urine kepada para pelajar, mulai dari tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) hingga ke mahasiswa.
"Bila perlu juga tokoh muda dan tokoh masyarakat serta tokoh adat," lanjutnya.
"Pemerintah ingin tahu dan ingin memperbaiki. Jika bisa diobati akan dibantu. Kalau kita punya niat baik, kenapa harus takut untuk periksa urine," jelasnya.
Narkoba, sebutnya, bukan saja merusak daya pikir tapi juga mental orang yang memakainya. "Mungkin kasus Yuyun di Bengkulu itu juga karena pelaku terpengaruh oleh narkoba," lanjutnya.
Saat ini, katanya, narkoba mulai menjadi ancaman seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, peredaran narkoba mulai menyasar ke daerah-daerah yang jauh dari kota sehingga masyarakat agar lebih waspada dan bisa berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan peredarannya.
"Jangan sampai daerah kita ini menjadi tempat empuk para pengedar narkoba," ujarnya.
Sementara Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPRD Solok Selatan, Ali Sabri Abas, berharap pencegahan dan penanggulangan peredaran gelap narkoba dengan langkah melakukan tes urine tidak hanya berhenti pada kalangan pegawai pemerintahan saja, namun juga melibatkan pelajar serta mahasiswa.
"Mereka adalah generasi penerus kita yang harus kita lindungi dari bahaya narkoba," sebutnya.
Seorang pencandu narkoba, jelasnya, akan kehilangan sifat kejujurannya. "Kami tak ingin generasi kita memiliki mental pembohong dan rusak karena narkoba," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pada Senin (9/5) menggelar tes urine bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dari 350 pejabat eselon II hingga IV yang menjadi sasaran pada tes urine tersebut, sebanyak 60 orang diantaranya tidak ikut pemeriksaan urine yang dilaksanakan di aula kantor bupati setempat. (*)
Pewarta: Joko Nugroho
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
