
Bupati Annisa minta camat dan wali nagari perkuat mitigasi pencegahan karhutla

Pulau Punjung (ANTARA) - Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani meminta camat dan wali nagari memperkuat mitigasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengajak masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Pulau Punjung, Jumat, mengatakan pencegahan karhutla harus diperkuat hingga kecamatan dan nagari dengan melibatkan pemerintah, aparat kewilayahan dan masyarakat.
"Saya instruksikan camat dan wali nagari agar memetakan wilayah-wilayah rawan karhutla, serta menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan," ujarnya.
Ia menyatakan Deklarasi Bersama Pencegahan Karhutla yang dilaksanakan pada Kamis (3/4) bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pernyataan sikap dan komitmen yang harus langsung diimplementasikan di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, kata dia perangkat nagari diarahkan memperkuat pengawasan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta segera melaporkan setiap titik api untuk mendapatkan penanganan.
Di sisi lain, ia meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik secara perorangan maupun korporasi.
Kepala Pelaksana BPBD Dharmasraya Suherman Junaidi, mengemukaka penanganan karhutla selama musim El Nino Godzilla di Dharmasraya cukup terkendali hingga saat ini.
Menurutnya, karhutla di Dharmasraya tidak terjadi setiap hari dan tidak terdapat titik api yang tidak dapat dikendalikan dalam waktu lebih dari 1x24 jam.
Ia menjelaskan upaya mitigasi kesiapsiagaan personel dan peralatan kedaruratanpun sudah jauh hari diintruksikan Bupati sebelum kabut asap meluas.
Ia mengatakan ebanyak 66 personel Damkar disiagakan di lima pos pemadam kebakaran, sementara BPBD dan fasilitas kesehatan juga disiapkan untuk memberikan respons selama 24 jam.
Pemkab Dharmasraya juga telah membagikan masker kepada masyarakat pada awal terjadinya kabut asap sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kesehatan.
Sebagai informasi, kondisi tersebut tidak sampai menghambat aktivitas masyarakat dan perekonomian di Kabupaten Dharmasraya. Pasar-pasar tetap beroperasi normal dan aktivitas perkantoran berjalan sebagaimana biasa.
Pemkab sempat meliburkan kegiatan belajar mengajar bagi anak TK dan PAUD selama tiga hari sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kabut asap. Setelah dilakukan evaluasi, kegiatan kembali diperbolehkan dengan ketentuan proses belajar mengajar dilaksanakan sepenuhnya di dalam ruangan.
Penanganan karhutla turut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berupa dua unit mobil air dan satu unit truk tangki yang digunakan membantu pemadaman sekaligus menghadapi kondisi kekeringan di Dharmasraya.
Deklarasi tersebut memuat komitmen masyarakat menolak segala bentuk pembakaran lahan pertanian, perkebunan dan perhutanan serta mendukung penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.
“Nasib kelestarian lingkungan dan kesehatan serta keselamatan masyarakat Dharmasraya ada di tangan kepedulian kita bersama. Mari kita kawal deklarasi ini dengan aksi nyata demi mewujudkan Dharmasraya Bebas Asap,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Dharmasraya Leli Arni bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menandatangani deklarasi bersama pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Auditorium Dharmasraya.
Deklarasi ditandatangani bersama Kapolres Dharmasraya yang diwakili Kabag Ops AKP Zamrinaldi, Dandim 0310/SSD yang diwakili Danramil Koto Baru Kapten CKE Jarman, serta Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya yang diwakili Kasi Datun Abrinaldy Anwar.
Deklarasi turut ditandatangani oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Dharmasraya Catur Eby, Kepala BPBD Dharmasraya Suherman Junaidi, Kesatpol-PP dan Damkar yang diwakili Kabid Penegakan Perda Rafi Usman, sejumlah kepala OPD, Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, serta para camat dan wali nagari se-Kabupaten Dharmasraya.
Pewarta: Ilka Jansen
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
