Logo Header Antaranews Sumbar

Solok Selatan Lakukan Optimalisasi Lahan Terkena Banjir

Selasa, 8 Maret 2016 22:02 WIB
Image Print
Seorang anak bermain di hamparan sawah yang terendam air daerah Bomas, Nagari Bomas, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan, pascabanjir bandang yang melanda daerah itu pada Senin (8/2). (ANTARA SUMBAR/Joko Nugroho)

Padang Aro, (AntaraSumbar) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan akan melakukan optimalisasi bagi lahan persawahan warga yang rusak akibat banjir bandang pada 8 Februari 2016.

"Untuk mengembalikan lahan tersebut seperti semula membutuhkan waktu yang lama sehingga untuk jangka pendek akan kami lakukan optimalisasi lahan dengan menanami tanaman seperti palawija," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Solok Selatan, Del Irwan di Padang Aro, Selasa.

Dia menambahkan optimalisasi ini hanya untuk lahan yang rusak berat dan sulit untuk diolah kembali karena sudah banyak batuan besar menumpuk.

Sedangkan lahan yang rusak ringan, sebutnya, masih bisa diolah kembali oleh pemiliknya karena hanya terkena rendaman dan tidak ada bebatuan.

Lahan warga yang rusak berat, katanya, berdasarkan pendataan yang dilakukan yaitu seluas 300 hektare dan sebagian besar berada di Pauah Duo atau sepanjang aliran Batang Bako dan Sangir serta Sangir Jujuan.

Sedangkan yang rusak ringan, menurutnya, tercatat seluas 400 hektare dan hanya terkena rendaman sehingga masih bisa diolah kembali.

Selain itu, katanya, pihaknya juga sudah memasukkan profosal kepada Kementerian Pertanian untuk melakukan perbaikan terhadap sawah warga yang terkena dampak banjir.

Ia berharap untuk perbaikan sawah warga yang rusak akibat banjir tidak hanya ditangani pihaknya tetapi juga oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pekerjaan Umum.

"Dinas PU memiliki alat berat untuk memperbaikinya sedangkan BPBD juga bisa mengusulkan ke pusat untuk rehab/rekon sehingga untuk pemulihan kami berharap ada bantuan dari dinas lain," ujarnya.

Sementara itu Sekretaris BPBD Solok Selatan, Sumardianto menyebutkan untuk area persawahan yang rusak perbaikannya berada di instansi terkait.

"Sekarang dana yang kita ajukan ke BNPB masih dalam proses dan untuk perbaikan area persawahan warga saat ini diserahkan pada dinas terkait," ujarnya.

Sebelumnya Wali Nagari Luak Kapau, Syahrul Izar mengatakan mata pencarian utama masyarakatnya adalah sebagai petani dan dengan banyaknya sawah yang rusak membuat kerugian yang cukup parah.

"Petani juga bingung untuk kelanjutan kehidupan mereka sebab sawah yang menjadi andalan selama ini rusak berat akibat banjir," tambahnya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026