
Lima Pendaki Tersesat di Gunung Marapi Ditemukan
Senin, 7 Maret 2016 11:53 WIB

Bukittinggi, (Antara) - Lima orang pendaki yang tersesat di Gunung Marapi, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah ditemukan oleh tim evakuasi pada Senin (7/3) pagi.
"Para pendaki telah ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB dalam keadaan masih sehat, karena mereka memiliki perlengkapan yang memadai saat melakukan pendakian," kata anggota Palang Merah Indonesia (PMI), Jais saat dikonfirmasi dari Bukittinggi, Senin.
Ia menyebutkan tim evakuasi yang terdiri dari masyarakat sekitar lokasi, anggota TNI dan Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam dan PMI Kabupaten Agam menemukan para pendaki tersebut di sekitaran daerah Kayu Sembilan.
"Saat ini tim evakuasi dan para pendaki sedang dalam perjalanan, bila kondisi cuaca tetap cerah atau mendukung seperti saat ini, diperkirakan akan sampai di bawah sekitar pukul 13.00," jelasnya.
Menurutnya, para pendaki tersebut tersesat lantaran melewati jalan yang tidak biasa digunakan dalam pendakian di gunung tersebut.
"Biasanya pendaki menggunakan jalur dari Koto Baru, sementara mereka naik dari daerah Badorai," tambahnya.
Sementara itu, Camat Sungai Pua, Handria Asmi mengatakan, ke lima pendaki tersebut berangkat pada Sabtu (5/3) malam pukul 21.00.
"Para pendaki itu merupakan siswa yang bersekolah di Sungai Pua. Tiga di antaranya adalah warga Sungai Pua atas nama Abdul, Sarif dan Fidhel, satu dari Payakumbuh bernama Fikri dan satu dari Canduang bernama Isnan," jelasnya.
Ia menyebutkan, kabar tersesatnya para pendaki tersebut berawal saat seorang dari pendaki menghubungi keluarga menggunakan telepon genggam pada Minggu (5/3) pukul 13.00 Wib.
"Dari informasi itu, kami langsung membentuk dua tim yang berangkat pada sore dan pagi hari untuk mencari dan menyelamatkan mereka," lanjutnya.
Ia menambahkan, karena komunikasi yang masih dapat dilakukan dengan para pendaki, tim dapat dengan segera menemukan mereka.
"Sekarang sedang dalam perjalanan, diperkirakan pukul 13.00 WIB akan sampai di posko pendakian Marapi," katanya. (*)
Pewarta: Ira Febrianti
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
