Logo Header Antaranews Sumbar

Simulasi Teror Bom di Pasaman Barat Sukses

Selasa, 1 Maret 2016 20:59 WIB
Image Print

Simpang Empat, (Antara) - Simulasi penanganan bom terduga teroris di Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) berjalan lancar dan sukses.

Pada simulasi yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat tersebut mendapat perhatian dari warga Simpang Empat.

"Ini adalah simulasi atau latihan penanganan teror bom. Intinya adalah kewaspadaan dan kesiapsiagaan anggota dalam menyikapi teror bom yang bisa terjadi sewaktu-waktu,"kata Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Toto Fajar Prasetyo di Simoang Empat, Selasa.

Ia menambahkan simulasi yang diadakan merupakan bentuk kesiapsiagaan anggota dalam menghadapi teror bom.

"Hingga saat ini kami belum mendeteksi adanya teror bom. Namun kita harus tetap waspada dan siap siaga kapanpun," ujarnya.

Pada simulasi yang disaksikan ratusan warga Simpang Empat itu berlangsung lancar dan tertib. Di setiap persimpangan anggota Polres Pasaman Barat siaga dengan menggunakan senjata, mobil patroli, mobil watercanon AWC dan pemadam kebakaran.

Tercatat lima orang tewas akibat ledakan bom di dekat Bundaran Simpang Empat tersebut.

Lima orang yang tewas itu adalah dua orang petugas lalu-lintas yang sedang bertugas, satu orang pengendara, satu orang warga Simpang Empat dan satu orang yang diduga pelaku bom teror Simpang Empat.

Siapa sangka situasi bundaran yang ramai, lalu-lintas (lalin) yang ramai tiba-tiba terdengar ledakan bom dekat pos polisi bundaran. Akibatnya warga berteriak, panik dan terdengar terikan bom.

Kepanikan warga juga diikuti dengan suara letusan senjata api yang meledak-ledak. Terjadi baku tembak antara pihak kepolisian Pasaman Barat dengan pelaku teror bom yang diduga teroris.

Begitulah situasi simulasi teror bom yang dilakukan jajaran Polres Pasaman Barat di bawah pimpinan Kapolres Pasbar, AKBP Toto Fajar Prasetyo yang disaksikan Bupati Pasaman Barat, Syahiran.

Awalnya situasi lalu-lintas berjalan lancar dan aktifitas warga berjalan seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda akan terjadi teror bom.

Di pos polisi terlihat ada seorang polisi lalu-lintas sedang standby dan satu orang sedang mengatur lalu-lintas di persimpangan.

Tiba-tiba ada seorang pengendara sepeda motor melalui bundaran tanpa memakai helm. Kontan saja petugas yang sedang mengatur lalu-lintas menghentikan kendaraan tersebut dan meminta memperlihatkan surat-surat kendarannya ke dalam pos polisi.

Saat itu, tiba-tiba terdengar dua kali ledakan bom dekat pos polisi yang ada. Petugas yang ada dalam pos dan pengendara kendaraan langsung tewas.

Tidak itu saja, seorang warga juga terkena ledakan bom dan tewas. Sedangkan petugas yang sedang mengatur lalu-lintas juga tewas akibat ditembak oleh orang yang tidak dikenal yang secara tiba-tiba datang.

Saat itu, petugas patroli Tuah Basamo Polres Pasaman Barat yang sedang berpatroli datang dan langsung terjadi baku tembak dengan pria yang diduga pelaku teror bom.

Setelah sekian lama terjadi baku tembak, akhirnya pelaku yang diduga teroris tewas ditempat. Dan petugas langsung membuat police line untuk identifikasi.

Tidak lama berselang, datang tim gegana untuk mencari dan menjinakkan bom lainnya. Serta datang mobil ambulan untuk identifikasi korban teror bom.

Petugas Polres Pasaman Barat yang terdiri dari Satuan Intel, Reskrim dan lainnya langsung membersihkan areal teror bom.

Bupati Pasaman Barat, Syahiran memberikan apresiasi kepada jajaran polres atas simulasi teros bom yang diadakan.

"Simulasi ini sangat penting sebagai bentuk kewaspadaan dalam menghadapi teror bom. Latihan ini adalah sebagai bentuk kesiapsiagaan petugas kepolisian yang ada," sebutnya.

Ia mengatakan hingga saat ini Pasaman Barat masih aman dari teror bom dan berharap tidak ada bom di Pasaman Barat yang bisa makan korban.

"Meskipun demikian kita tentunya tetap harus waspada. Salah satunya adalah dengan memperbanyak simulasi atau latihan personil dilapangan," harapnya.

Pada simulasi itu ratusan masyarakat sangat antusias menyaksikan simulasi teror bom tersebut. Juga dihadiri oleh Dandim 0305 Pasaman, Letkol. ARM.Cosmos Pramudhito dan jajaram Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Pasaman Barat. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026