
Bupati Anas Jaring Masukan Dari Budayawan Banyuwangi

Banyuwangi, 21/2 (Antara) - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengundang para budayawan bersilaturahim sekaligus menjaring masukan untuk penyempurnaan berbagai program pengembangan kebudayaan di daerah itu.
Anas, pada acara silaturahim di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (20/2) malam itu, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai bagian dari sambung rasa karena budayawan adalah salah satu bagian terpenting dalam upaya membangun daerah.
"Di Banyuwangi, membangun tanpa pendekatan budaya tidak akan berhasil. Itu kuncinya karena daerah kami ini punya kekayaan budaya sangat besar dengan masyarakat yang tumbuh dalam akar kebudayaan yang sangat kuat sejak dini," katanya.
Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Ketua Dewan Kesenian Blambangan Samsudin Adlawi, budayawan Hasnan Singodimayan, Andang C. Y, dan para budayawan lainnya.
Dengan berdiskusi, pihaknya ingin menghindari "birokratisasi kebudayaan" yang justru akan mengerdilkan program-program kebudayaan, terutama yang diwujudkan dalam program Banyuwangi Festival 2016.
"Kami ingin menghindari apa yang disebut sebagai 'birokratisasi kebudayaan' yang kontraproduktif dalam upaya pembangunan dengan pendekatan budaya," kata alumnus Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI) itu.
Ia mengemukakan bahwa pengembangan kebudayaan tidak boleh ditentukan oleh negara atau birokrasi, akan tetapi harus tumbuh dari akar kebudayaan masyarakat itu sendiri.
Kebudayaan masyarakat, katanya, tidak boleh menjadi subordinat dari program kebudayaan pemerintah.
Oleh karena itu, kata dia, pengembangan program kebudayaan di Banyuwangi harus berbasis pada kultur dan historis masyarakat secara alamiah.
"Misalnya, pertemuan dengan budayawan ini menyepakati bagaimana caranya ada inovasi terhadap tari-tari Banyuwangi, tapi inovasi dengan tetap bersandar pada akar tari yang lama," ujarnya.
Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Samsudin Adlawi mengapresiasi silaturahim rutin antara pemerintah daerah dan para budayawan.
Diskusi tersebut cukup produktif untuk terus mengembangkan kebudayaan Banyuwangi.
"Kami berdiskusi dan memberi masukan soal bagaimana program-program pengembangan kebudayaan dari pemerintah daerah bisa selaras dengan akar kebudayaan masyarakat. Budayawan memberi masukan dan pemerintah daerah menerimanya. Ini iklim yang sehat untuk pengembangan kebudayaan ke depan," katanya. *
Pewarta: Masuki M Astro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
