Logo Header Antaranews Sumbar

Warga Tionghoa Padang Arak Kio 22 Februari

Kamis, 18 Februari 2016 13:25 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Warga Tionghoa di kawasan pecinan, Pondok, Kota Padang, Sumatera Barat, akan melaksanakan arak-arakan Kio atau patung dewa pada perayaan Cap Go Meh tepatnya pada Senin, 22 Februari 2016.

"Ini ialah ritual membersihkan diri dari dosa dan kesalahan setahun lalu. Ini masih dalam rangka perayaan tahun baru imlek 2567," kata salah seorang tokoh masyarakat Tionghoa, Padang, Iswanto Kwara di Padang, Kamis.

Ia menyampaikan arak-arakan Kio tersebut ialah Kio dari Hok Tek Tong (HTT), marga Lee-Kwee dan marga Tjoa-Kwaa yang keluar pada waktu bersamaan dan diarak mengelilingi kawasan Pondok Kota Padang pada Senin (22/2) sore.

Ia menyampaikan perayaan Cap Go Meh dengan rangkaian kegiatan seperti pesta lampion, arak-arakan Kio dan sebagainya itu ialah ungkapan kegembiraan dalam menyambut tahun yang baru.

Ritual tersebut sekaligus sebagai rasa terima kasih atas segala rahmat yang telah diterima sepanjang tahun sebelumnya.

Menurutnya, perayaan Cap Go Meh juga menandakan telah berada pada hari ke-15 atau hari terakhir dari masa perayaan imlek. Kegiatan itu telah dilaksanakan turun temurun sejak 200 tahun lalu.

Hoof Komisaris HTT Albert Hendra Lukman menjelaskan Kio adalah tenda raja atau usungan tempat patung dewa kepercayaan warga Tionghoa. Pada arakan tersebut, tenda akan diduduki oleh dewa pelindung HTT.

"Kio milik HTT hanya diarak oleh orang atau anggota HTT saja, begitu juga pada marga Lee-kwee dan Tjoa-Kwaa hanya perkumpuan mereka saja yang akan mengusung Kio masing-masing," ujarnya.

Ia mengungkapkan biasanya Kio milik perkumpulan marga-marga diarak mengelilingi kawasan Pondok dalam waktu tidak bersamaan, namun pada perayaan tahun ini Kio keluar secara serentak.

"Dengan keluar secara serentak, tentu akan lebih meriah. Layaknya arakan tabuik di daerah Pariaman," ujarnya.

Menurutnya, sebenarnya perayaan imlek dan Cap Go Meh tidak harus dirayakan dalam bentuk kegiatan-kegiatan, karena hal itu identik dengan silaturahmi antaranggota keluarga dan sesama orang Tionghoa. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026