Logo Header Antaranews Sumbar

385 Rumah Khusus akan Dibangun di Mentawai

Jumat, 5 Februari 2016 14:19 WIB
Image Print

Mentawai, (AntaraSumbar) - Sebanyak 385 unit rumah khusus akan dibangun Kabupaten Kepuluan Mentawai yang diperuntukkan untuk masyarakat korban bencana tsunami 2010 yang sebelumnya tidak mendapatkan rumah Hunian Tetap (Huntap) di daeraeh itu.

Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet di Sikakap, Jumat, menjelaskan, program pembangunan rumah khusus tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dimana seluruh pembangunan rumah tersebut dilaksanakan pada tahun ini.

"Kalau Huntap untuk korban tsunami sebelumnya adalah program dari Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) pusat, tapi yang ini dari Kementrian PUPR," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini semua proses tender dari proyek tersebut sudah berjalan termasuk lokasi yang sudah ditentukan untuk pembangunan. Ia berharap, pembangunan rumah itu bisa menjawab kebutuhan masyarakat yang sebelumnya tinggal di rumah yang tidak layak huni.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mentawai, Elfi menyebutkan, program rumah khusus tersebut terdiri dari empat paket pekerjaan yang terdapat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sikakap, Kecamatan Pagai Utara dan kecamatan Pagai Selatan.

"Dua paket pembangunan untuk masyarakat di Kecamatan Pagai Utara, tepatnya di Desa Saumanganyak sebanyak 194 unit rumah, selebihnya di dua kecamatan lainnya, dengan anggaran Rp150 juta untuk satu unit rumah," katanya.

Model rumah khusus tahun ini katanya, berbeda dengan model rumah pada Huntap yang dibangun oleh BNPB, kalau pada Huntap type rumah semi permanen, namun pada rumah ini semuanya konstruksi bangunannya adalah permanen.

Menyinggung tentang perbedaaan type bangunan tersebut, Elfi mengimbau kepada masyarakat agar tidak membandingkan dengan Huntap, karena program sebelumnya ditangani oleh pihak yang berbeda. Selain itu, masyarakat yang mendapat rumah khusu itu juga harus menunggu lama untuk bisa mendapatkan rumah layak huni.

"Kami minta masyrakat mesti arif menyikapi hal ini, jangan sampai ada persepsi negatif yang timbul dari hasil pembangunan ini," katanya.

Ia juga menambahkan, selain membangun rumah khusus untuk korban tsunami, pada tahun ini pihaknya juga mengusulkan program rumah swadaya dan rumah nelayan.

"Yang itu baru tahap pengusulan di Kementrian PUPR, mudah-mudahan dapat terwujud untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026